Showing posts with label Al-Kafirun. Show all posts
Showing posts with label Al-Kafirun. Show all posts

Saturday, 12 April 2014

9 Waktu Dianjurkan Membaca Surat Al-Ikhlas




Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ’ala Rosulillah wa ’ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas waktu yang dianjurkan membaca surat Al Ikhlas. Semoga kita bisa mendapatkan keberkahan dengan mengamalkannya.

Pertama: waktu pagi dan sore hari.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash bersama dengan maw’idzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keutamaan yang diperoleh adalah: akan dijaga dari segala sesuatu (segala keburukan).

Dari Mu'adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata,

خَرَجْنَا فِى لَيْلَةِ مَطَرٍ وَظُلْمَةٍ شَدِيدَةٍ نَطْلُبُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِيُصَلِّىَ لَنَا فَأَدْرَكْنَاهُ فَقَالَ « أَصَلَّيْتُمْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا فَقَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَلَمْ أَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قَالَ « قُلْ ». فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَقُولُ قَالَ « (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ »

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, "Apakah kalian telah shalat?" Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, "Katakanlah". Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, "Katakanlah". Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, "Katakanlah". Hingga aku berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A'UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A'UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan."
(HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kedua: sebelum tidur.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu keduanya ditiup, lalu dibacakanlah tiga surat ini. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti tadi diulang sebanyak tiga kali.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.”
(HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit).

Bukhari membawakan bab dalam shohihnya ‘Meniupkan bacaan ketika ruqyah’. Lalu dibawakanlah hadits serupa di atas dan dengan cara seperti dijelaskan dalam point kedua.

عَنْ عَائِشَةَ - رضى الله عنها - قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِى كَفَّيْهِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعًا ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ ، وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِى أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu'awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen)."
(HR. Bukhari no. 5748)

Jadi tatkala meruqyah, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan cara: Terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan lalu keduanya ditiup lalu dibacakanlah tiga surat tersebut. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti ini diulang sebanyak tiga kali.

Keempat: wirid seusai shalat (sesudah salam).

Sesuai shalat dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An Naas masing-masing sekali. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ الْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat  di akhir shalat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh).

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari’ Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتِ السُّوْرَتَانِ يَقْرَأُ بِهِمَا فِي رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الفَجْرِ : { قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ } وَ { قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُوْنَ

Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.

Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib.

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

مَا أُحْصِى مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَفِى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ بِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at.

Ketika itu, surat Al A’laa dibaca pada raka’at pertama, surat Al Kafirun pada raka’at kedua dan surat Al Ikhlash pada raka’at ketiga.

Dari ‘Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata,  “Aku menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al Fatihah) ketika shalat witir?”

‘Aisyah menjawab,

كَانَ يُوتِرُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ يَقْرَأُ فِى الأُولَى بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَفِى الثَّانِيَةِ بِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَفِى الثَّالِثَةِ بِ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Dalam riwayat yang lain disebutkan tanpa surat al mu’awwidzatain.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan shalat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash)” (HR. Abu Daud no. 1423 dan An Nasai no. 1730)

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan,

وَحَدِيثُ عَائِشَةَ فِي هَذَا لَا يَثْبُتُ ؛ فَإِنَّهُ يَرْوِيهِ يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ ، وَهُوَ ضَعِيفٌ .وَقَدْ أَنْكَرَ أَحْمَدُ وَيَحْيَى بْنُ مَعِينٍ زِيَادَةَ الْمُعَوِّذَتَيْنِ .

“Hadits ‘Aisyah tidaklah shahih. Di dalamnya ada seorang perowi bernama Yahya bin Ayyub, dan ia dho’if. Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in telah mengingkari penambahan “mu’awwidzatain”.” (Al Mughni, 1/831)

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan,

تعليق شعيب الأرنؤوط : صحيح لغيره دون قوله : والمعوذتين وهذا إسناد ضعيف عبد العزيز بن جريج لا يتابع في حديثه

“Hadits ini shahih kecuali pada perkataan “al mu’awwidzatain”, ini sanadnya dho’if karena ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij tidak diikuti dalam haditsnya.” (Tahqiq Musnad Al Imam Ahmad bin Hambal, 6/227)
Jadi yang tepat dalam masalah ini, bacaan untuk shalat witir adalah raka’at pertama dengan surat Al A’laa, raka’at kedua dengan surat Al Kafirun dan raka’at ketiga dengan surat Al Ikhlas (tanpa mu’awwidzatain).

Namun bacaann ketika witir ini sebaiknya tidak rutin dibaca, sebaiknya diselingi dengan berganti membaca surat lainnya. Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin rahimahullah mengatakan,

والظاهر أنه يكثر من قراءتها، ولا يداوم عليها فينبغي قراءة غيرها أحياناً حتى لا يعتقد العامة وجوب القراءة بها

“Yang nampak dari hadits yang ada, hendaklah bacaan tersebut seringkali saja dibaca, namun tidak terus-terusan. Sudah seharusnya seseorang membaca surat yang lain ketika itu agar orang awam tidak salah paham,ditakutkan mereka malah menganggapnya sebagai perkara yang wajib.” (Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, 24/43)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at.

Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي صَلاَةِ المَغْرِبِ لَيْلَةَ الجُمُعَةِ : ( قَلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُوْنَ ) وَ ( قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf.

Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,

فجعل المقام بينه وبين البيت [ فصلى ركعتين : هق حم ] فكان يقرأ في الركعتين : ( قل هو الله أحد ) و ( قل يا أيها الكافرون ) ( وفي رواية : ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد )

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

Semoga sajian ini bermanfaat dan bisa diamalkan. Alhmadulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam.






sumber dari: indonesian.iloveallaah.com/

Friday, 11 April 2014

Solat Sunat Tasbih






Solat sunat tasbih bertujuan mengakui kesucian Allah S.W.T dari segala yang tidak layak bagiNya atau kekurangan padaNya. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengamalkannya setiap malam. Jika tidak dapat setiap malam, amalkan seminggu sekali, atau setahun sekali, ataupun paling kurang sekali seumur hidup.

Fadilat atau kelebihan solat Tasbih ini ialah ia dapat mengampunkan dosa yang lama atau yang baru, dosa yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja dan dosa yang tersembunyi atau terang.

Bilangan rakaatnya ialah empat. Jika dilakukan waktu siang lakukan 4 rakaat 1 salam. Jika dilakukan pada waktu malam, 4 rakaat 2 salam.

Niat solat Tasbih : Sahaja aku solat sunat Tasbih dua/empat rakaat kerana Allah Taala.
Surah-surah yang elok dibaca selepas bacaan Fatihah :

Rokaat 1 : At-Takaathur (Alha kumuttaka…)
Rokaat 2 : Al ‘Asr (Wal ‘ashri…)
Rokaat 3 : Al Kafiruun (Qul ya ai yuhal kaafiruun...)
Rokaat 4 : Al Ikhlas (Qul huwallah hu ahad…)

Bacaan tasbih adalah seperti berikut:

Bilangan tasbih yang dibaca berjumlah 300 kali iaitu 75 kali bagi satu-satu rakaat.
Masa Bacaan Bacaan Tasbih
Selepas membaca Surah sebelum rukuk 15 kali
Dalam rukuk selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Selepas bangun dari rukuk dan sebelum sujud dan selepas membaca Tahmid dalam iktidal 10 kali
Dalam sujud selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Semasa duduk antara dua sujud selepas membaca Doa 10 kali
Dalam sujud ke dua selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Duduk sebelum bangun bagi rokaat pertama dan ketiga dan selepas tahiyat awal dan akhir bagi sembahyang 4 rokaat 1 salam. Duduk sebelum bangun bagi rokaat pertama dan selepas tahiyat akhir bagi sebahyang 4 rokaat 2 salam 10 kali
Jumlah 75 kali

Secara ringkasnya, tasbih tersebut perlu dibaca pada penghujung pergerakkan solat sebelum melakukan pergerakkan yang berikutnya.

Doa selepas solat tasbih :

Ya Allah, ya Tuhan Kami, kami memohon taufik daripada-Mu sepertimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjukdan jadikan amalan kami ini sepertimana amalan ahli yakin dan jadikan kami dari golongan orang yang menerima nasihat orang-orang yang bertaubat dan keazaman kami sepertimana orang-orang yang sabar dan gementar kami sepertimana orang-orang yang takut dan kami memohon sepertimana permohonan orang yang suka kepada kebaikan dan beribadat seperti ibadat orang-orang yang warak dan jadikan pengetahuan kami ini sebagai ahli-ahli yang berilmu sehingga kami termasuk ke dalam orang yang takut kepada Engkau. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, jadikan kami golongan yang takut yang menghalang kami daripada melakukan maksiat sehinggalah kami beramal dengan taat kepada-Mu, sebagaimana amalan yang kami merasa perlu mendapat keredaan-Mu dan juga sehingga kami betul-betul ikhlas dan bertawakkal kepada-Mu dalam setiap perkara dan kami memohon supaya menjadi orang yang baik sangka terhadap Engkau, Maha Suci Engkau sebagai Pencipta.



sumber dari: al-ahkam.net/home/

Sunday, 23 March 2014

Kumpulan Surat Surat Pendek Al Quran




Memasuki bulan suci Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan petunjuk, Untuk anda sahabatku yang belum hafal surat surat pendek Al-Qur'an pastinya ingin segera bisa hafal. Jangan sia siakan bulan penuh rahmat cobalah menghafal surat surat pendek Al Qur'an mudah mudahan dalam menghafal surat pendek suci Al-Qur'an sahabatku cepat menghafal dan mudah untuk menghafalnya. Amin

Saat ini Surat Pendek Al-Quran banyak anak anank yang belum hafal, Dan tidak jarang juga kita yang dewasa juga belum hafal surat pendek Al-Qur'an. Dalam Sholat kita sering memakai surat surat Al-Qur'an yang pendek pendek. Metode Untuk bisa menghafal Al-Quran ternyata tidak sulit mulailah menhafal dari surat surat pendel terlebih dahulu mungkin bisa jadi alternatif untuk bisa menghafal Al - Qura'an. Mungkin bisa juga dengan menggunakan metode Ustad Yusuf Mansyur satu hari satu ayat. Kalian bisa mulai dari surat-surat pendek dalam Al-Quran. Karena ayatnya sedikit, kalian pasti bisa lebih cepat dalam menghafal.

Lihat Juga Kumpulan Ceramah Tentang Sedekah Ustad Yusuf Mansur
Alhamdulillah ada sedikit daftar kumpulan surat surat pendek Al-Qur'an diantaranya :
  1. Surat Al Zalzalah
  2. Surat Al Kaafiruun
  3. Surat Al Maun 
  4. Surat Al Kautsar
  5. Surat Al Ikhlash
  6. Surat Alam Nasyrah
  7. Surat At Tin
  8. Surat Al'Aadiyaat 
  9. surat Al Falaq
  10. Surat An Naas
  11. Surat Al'Ashr
  12. Surat Al Humazah
  13. Surat Quraisy
Insya Alloh kedepannya akan saya update lebih banyak kumpulan surat surat Al - Qur'an dari yang pendek pendek sampai yang panjang juga. Mudah mudahan dari sedikit kumpulan surat surat pendek Al - Quran ini bermanfaat untuk sahabat arenaberbagi.com trimakasih atas kunjungannya. surat surat Al-Qur'an



sumber dari: http://www.arenaberbagi.com/

Tuesday, 14 January 2014

Membaca surah selepas al-Fatihah






Setelah membaca al-Fatihah, disunatkan membaca ayat al-Quran dari surah lazim atau ayat al-Quran yang dihafal. Seorang imam perlu berhenti seketika (saktah) sebelum memulakan bacaan surah ini. Saktah itu sekira-kira panjangnya makmum selesai membaca surah al-Fatihah. Ketika ini imam bolehlah membaca surah yang hendak dibaca secara sir (perlahan). Sebagai contoh, imam ingin membaca surah Al-Fiil, maka bolehlah dia membaca surah al-Humazah secara sir sebelum membaca surah al-Fiil secara jahar (kuat).

Dalam solat imam membaca secara jahar (solat fardhu Subuh, Maghrib dan Isya’), imam perlulah membaca ayat-ayat al-Quran mengikut muwaalat (turutan sususan surah dalam al-Quran). Bacaan surah tidak harus membaca secara menyongsang misalnya membaca surah An-Nash pada rakaat pertama, kemudian membaca al-Kaafiruun pada rakaat kedua. Bacaan surah selepas membaca al-Fatihah dalam rakaat pertama dan kedua hukumnya sunat haiat. Pun begitu, sebagai mencapai kesempurnaan solat bacaan ini tidak harus diabaikan. Rasulullah S.A.W membaca surah yang lebih panjang pada rakaat pertama berbanding rakaat kedua kecuali dalam solat Jumaat dan sunat hari raya. Dalam solat-solat ini nabi membaca surah al-A’laa (sabbihis) pada rakaat pertama dan al-Ghaasyiah pada rakaat kedua. Surah al-Ghaasyiah lebih panjang daripada al-A’laa iaitu 26 ayat. Sedangkan al-A’laa hanya 19 ayat. Selain daripada ini, bacaan surah hendaklah mengikut keutamaan (al-Aulaa) iaitu dari segi muwaalatnya.

Bagaimana dengan seseorang membaca surah al-Falaq pada rakaat pertama kemudian an-Naas pada rakaat kedua? Jika dilihat, an-Naas lebih panjang daripada al-Falaq. Jika an-Naas dibaca keseluruhannya, ia disebut sebagai membelakangkan sunnah (Khilaf as-Sunnah). Manakala jika dibaca secara menyongsang, ia disebut sebagai membelakangkan keutamaan (Khilaf al-Aulaa). Ulama membahaskan hal ini dengan menyebut, surah An-Naas perlulah dibaca pada rakaat kedua dengan syarat ayat yang dibaca menyamai bilangan ayat surah al-Falaq atau lebih pendek daripada itu. Contoh kedua khilaf al-Aulaa berlaku sebagaimana berikut. Seseorang membaca surah al-Humazah dalam rakaat pertama, kemudian membaca surah al-Quraisy dalam rakaat kedua. Walhal jika dilihat muwaalat surah, al-Fiil lebih utama dan lebih pendek juga berbanding dengan surah al-Humazah. Hal ini berbeza jika membaca surah at-Tiin dalam rakaat pertama, kemudian membaca surah al-Qadr dalam rakaat kedua. Hal ini bermakna jika membaca surah al-‘Alaq (19 ayat), tindakan itu sudah termasuk dalam khilaf as-Sunnah, melainkan kalau dibaca setakat ayat yang kelapan kerana surah at-Tiin mengandungi 8 ayat sahaja.
Begitu juga halnya dengan amalan solat sunat Taraweh. Imam memulakan bacaan bermula surah At-Takaatsur kemudian membaca surah al-Ikhlaash dalam rakaat kedua. Bacaan dalam rakaat kedua diulang-ulang. Adalah lebih elok sekiranya dibaca mengikut muwaalat surah sehingga lengkap dua puluh  rakaat Taraweh tersebut.



sumber dari: naimisa.blogspot.com

Friday, 20 December 2013

Surat yang Dibaca ketika Shalat Dhuha




doa shalat dhuha


Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Ustadz
Bagaimana Derajat Hadist ini:
Menurut Ibnu Abidin yang sebaiknya dibaca pada shalat dhuha adalah surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.
Hal ini berdasarkan riwayat dari Uqban bin Amir, “Kami diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat dhuha dengan membaca sejumlah surat. Di antaranya Asy-Syams dan Adh-Dhuha.”

Sementara dalam Nihayatul Muhtaj disebutkan bahwa yang lebih utama membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas karena surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran dan Al-Kafirun setara dengan seperempat Alquran.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah…

Bacaan Sholat Dhuha

Terdapat sebuah hadis yang menganjurkan untuk membaca surat As Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad dhuha pada rakaat kedua. Hadis tersebut berbunyi:
صلوا ركعتي الضحى بسورتيها : (والشمس وضحاها) ، و (الضحى).
Shalatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha.

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan: “Barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni.”
Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar Ruyani dalam Musnad­-nya dan Ad Dailami (2:242) dari jalur Musyaji’ bin ‘Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan shalat yang dikerjakan. Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al Albani, beliau mengatakan: “Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji’ bin Amr. Ibn Ma’in berkomentar tentang Musyaji’: “yang saya tahu dia (musyaji’) adalah seorang pendusta.” (Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu, hadis ke-3774).

Hadis ini juga didhaifkan oleh Al Munawi dalam Faidlul Qodir dengan alasan adanya perawi yang bernama Musyaji’ bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam Ad Dlu’afa’ mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban: “Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahi’ah dan dia adalah dhaif.” (Faidlul Qodir, 4:201).

Dari dua penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan shalat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah shalat dhuha.
Dalam masalah ini, terdapat satu kaidah terkait masalah ibadah yang penting untuk diketahui:
“Membatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak dengan tata cara tertentu –misalnya waktu, tempat, bacaan, jumlah, dan yang lainnya- tanpa ada keterangan dalil yang shahih termasuk salah satu bentuk bid’ah.” (Qowa’id Ma’rifatil Bida’, Hal. 52)

Karena hadis yang dijadikan dalil untuk menetapan dua surat di atas adalah hadis palsu maka tidak selayaknya dijadikan pegangan untuk mengkhususkan bacaan tertentu dalam shalat dhuha. Karena hadis palsu bukanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara mengkhususkan bacaan tertentu untuk ibadah yang sifatnya umum (tidak ditentukan bacaannya) padahal tidak ada dasarnya, termasuk salah satu perbuatan bid’ah. Wallahu a’lam.

As Syaikh Ibn Baz rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan surat As Syamsi dan Ad dhuha ketika shalat dhuha. Beliau menjawab:


“Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik.” (Majmu’ Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11).


sumber dari: konsultasisyariah.com

Friday, 15 November 2013

Surah mujarab patut diamalkan




surah baqarah


1) SURAH AL-FATIHAH

Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya’Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.

Surah Yasin ayat 1 9  300x273 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W

2) SURAH YAASIN

Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur’an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur’an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur’an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan “At-Mu’ammah” (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan.

Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.
 
surah ad dukhan 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W

3) SURAH AD-DUKHAN

Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.

 
Al Waqiah1 300x225 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W
 
4) SURAH AL-WAQI’AH

Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap-tiap malam, insya’Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya’Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya’Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi’ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum.

Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi’ah Ayat 35-38 ialah : “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.
 
surah al kautsar 300x155 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W
 
5) SURAH AL-KHAUTSAR

Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya’Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.
 
surah al kafirun 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W
 

6) SURAH AL-KAFIRUN

Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur’an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.
 
surah al mulk 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W
 

7) SURAH AL-MULK

Sebuah lagi Surah dari Al-Qur’an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya’Allah, akan terselamat dari azab kubur..


surah al ikhlas 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W

8) SURAH AL-IKHLAS

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : “Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur’an.” Siti Aisyah lalu berkata, “Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur’an sebanyak 30 juzuk itu.”

Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, “Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur’an keseluruhannya. ” Dari Rasulullah s.a.w.. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., “Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali.

Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : “Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat.”

 
 surah al falaq 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W

9) SURAH AL-FALAQ

Siti Aisyah menerangkan : “Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.


surah an nas 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W

10) SURAH AN-NAS 

Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati

 
surah al kahfi ayat 1 10 11 Surah Yang Mujarab Dari Nabi Muhammad S.A.W
 
11) SURAH AL-KAHFI

Kita digalakkan untuk membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumaat.
Nabi saw bersabda :”Barangsiapa yang menghafaz 1-10 ayat dari surah Al-Kahfi di pelihara dan di selamatkannya dari Fitnah Dajjal”. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim, An-Nasaie) 

Rasulullah SAW juga telah mengajar kita supaya berlindung dengan Allah SWT daripada godaan Al Masih Ad-Dajjal ini.  Baginda SAW mengajar satu doa untuk dibaca selepas tahiyyat akhir sebelum salam setiap kali kita sembahyang.


Doa itu adalah : “Ya Allah, aku berlindung dengan Engkau daripada siksa api neraka Jahannam dan dari siksa kubur, dan dari fitnah dalam kehidupan dunia dan fitnah setelah mati, juga aku berlindung dangen Engkau daripada kejahatan fitnah Al Masih Dajjal.



sumber dari: wansite.blogspot.com

Saturday, 2 November 2013

Sura 109 Al-Kafirun






The Muslim commentators say that the occasion of this sura was when some Meccan leaders, Abu Jahl, ‘As, Walid and others proposed a compromise with Muhammad that he would worship their gods for a year and then they would worship his for the same period. Muhammad did not accept the compromise and in this sura distinctly rejects idolatry.

“Say: O ye that reject faith! I worship not that which ye worship, Nor will ye worship that which I worship. And I will not worship that which ye have been wont to worship, Nor will ye worship that which I worship. To you be your way, and to me mine.” (v 1-6) 


sumber dari: message4muslims.org.uk

Islamic Arabic Calligraphy




Dua from the Quran (Surah 109 - Al-Kafirun / Qulya) - Frame Size: 11 x 9 inches - Islamic Arabic Calligraphy Art Ramadan Eid

sumber dari: etsy.com

Four QULS - Islamic Arabic




Four QULS - Islamic Arabic Calligraphy in Faux Canvas Frame - Size: 19 x 8 inches -SKU 06602-6820


sumber dari: etsy.com

separate ways





going separate ways




sumber dari: christianreadsquran.wordpress.com

Egyptian Calligraphers Papyrus







Papyrus is the oldest type of paper ever known in history. No wonder that some Quran verses were written on papyrus about 1400 years ago, and are still preserved. KingTutShop offers a selection of the famous Quran verses, hand written by top notch Egyptian Calligraphers in lively colors. Our collection contains many complete Surah(s) and some selected Aaya(s). When you click on the selected photo, it will be enlarged and you will find a translation of the meaning of the verses on this particular papyrus.



sumber dari: kingtutshop.com

Al-Kafirun -islamicwall








sumber dari: 123muslim.com

Islamic Calligraphy









sumber dari: freeislamiccalligraphy.com

The Unbelievers






Bismillaah ar-Rahman ar-Raheem
Qul yaa ayyuhal kaafiruun
Laa ‘abudu maa t’abuduun
Walaa antum ‘aabidunna maa a’abud
Walaa ana ‘aabidun maa ‘abadttum
Walaa antum ‘aabiduuna maa a’abud
Lakum deenukum wa liya deen


In the name of Allah, the Beneficent, the Merciful.
Say: Oh you who turn away
I do not worship what you worship,
nor do you worship what I worship.
And I will not worship what you worship,
Nor will you worship what I worship.
Your way is yours, and my way is mine.
Translated by Kabir Helminski


sumber dari: sufism.org

Al-Kafirun -Fridge Magnet




Surah Al Kafirun (109) -  Fridge Magnet



sumber dari: colourmywall.co.uk

Al-Kafirun screensaver





surah-al-kafirun.jpeg



sumber dari: wjkdragon.mywapblog.com

Saturday, 7 September 2013

PAGANISM AND THE CELEBRATION OF “BIRTHDAYS”:






Bismillah. Alhamdulillah wa salatu wasallam ala Rasulillah.

The following is a list of quotes from writings and writers, ancient and modern, religious and secular, attesting to the Pagan origins and nature of celebrating one’s supposed day of birth. Of course many contemporary, secularized people will object and say that “birthdays” no longer have any religious significance(despite the fact that all the ancient pagan rituals are maintained and preserved in the modern celebrations). However if you profess to be a Muslim, a Jew, or a Christian, you should not be doing this; Especially after you become aware that the word “secular” has the same definition as `irjaa(separating beliefs from actions, i.e. separating public actions from privately held beliefs(religion)). Yet “religion” is, from the Latin “religare”, “that which binds”, thus making Secular Humanism a religion in its own right.

“Shaytan has gained the mastery over them, and caused them to forget Allah’s Remembrance. Those are Shaytan’s party; why, Shaytans party, surely, they are the losers!,”
–[Qur'an: Surah al-Mujadilah: 58:19].

109:1         Say: O Kafirun!(disbelievers)
109:2         I do not worship what you worship
109:3         and you do not worship what I worship.
109:4         Nor will I worship what you worship
109:5         nor will you worship what I worship.
109:6         You have your deen and I have my deen.´
—[Qur'an: Surah al-al-Kafirun]

“Whoever imitates a people is from them,” –[Sunan Abu Dawud]

“Abu Sa’id al-Khudri reported Allah’s Messenger (may peace be upon him) as saying: ‘You would tread the same path as was trodden by those before you inch by inch and step by step so much so that if they had entered into the hole of the lizard, you would follow them in this also. We said: Allah’s Messenger, do you mean Jews and Christians (by your words)” those before you”? He said: ‘Who else (than those two religious groups)’?,” –[Sahih Muslim].

“The Prophet sal Allahu ‘alayhi wa sallam also said: ‘The Day of Judgment will not come until my Nation closely imitates the nations before them.” It was asked: “Like the PERSIANS and ROMANS, Messenger of Allah?” He, sal Allahu ‘alayhi wa sallam replied: “Who are the nations (I could mean) except those?”
[Sahih Bukhari].


sumber dari: abdalhaqq.wordpress.com