Showing posts with label Al-Mursalat. Show all posts
Showing posts with label Al-Mursalat. Show all posts

Thursday, 27 February 2014

Pegunungan dan Air




Para Ilmuwan mengatakan gunung-gunung berkontribusi pada pemurnian air tawar yang kita minum, dan berkontribusi pada turunnya air hujan dan pembentukan awan, dan merupakan sumber penting munculnya air, dan fakta ilmiah telah diisyaratkan oleh Al-Qur'an pada 14 abad yang lalu ketika mereka menceritakan kepada kita tentang air tawar dan hubungannya dengan gunung-gunung yang tinggi dan kokoh, Allah berfirman:
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا
 
“Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar? (Al-Mursalat: 27). 
Dan gunung-gunung besar ini adlaah gunung-gunung yang tinggi, adapun air tawar adalah air mengundang selera, bukankah ini merupakan mukjizat yang patut direnungkan?


sumber dari: kaheel7.com

“tempat kokoh” yang berada dalam tubuh wanita




“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. Kemudian Kami letakkan Dia dalam tempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan”. (QS. Al-Mursalat: 21-23)

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. (QS. Almuminun: 12-14)

AYAT-ayat di atas menerangkan tentang penciptaan manusia yang mengandung informasi mendasar tentang perkembangan embriologi dalam rahim ibu.

Deskripsi rahim sendiri ialah sebagai “tempat kokoh” yang berada dalam tubuh wanita, dimana telah dipahami melalui ilmu pengetahuan modern.

Proses pembentukan zigot yang dihasilkan oleh sperma dan sel telur yang datang secara bersamaan dan berlanjut sampai munculnya seorang manusia yang lengkap. Dalam proses tersebut triliunan sel-sel bekerja secara harmonis yang berlangsung di rahim ibu, di tempat inilah embrio berkembang selama 9 bulan.

Dari penjelasan ilmiah diatas itulah, tepat seperti apa yang telah dijelaskan dalam Al-qur’an yang menerangkan sangat rinci tentang tempat kokoh itu—rahim.

Dalam Al-Quran sendiri kata “makiin” pada ayat 12 surat Al-Muminun, diterjemahkan sebagai kata ‘aman’ juga menunjukkan makna seperti ‘tak tergoyahkan, suara, tegas, kuat, tetap’. Sedangkan kata “karar” berarti ‘lokasi, stabilitas, permanen dan tempat penyelesaian’. Penjelasan-penjelasan dalam Al-Quran itulah, sungguh sangat luar biasa untuk menggambarkan rahim sebagai tempat kokoh dan aman.
Rahim ibu menyediakan ruang isolasi terhadap gangguan-gangguan yang berasal dari luar dan terutama melindungi bayi dari shock dan tekanan.

Rahim terletak di rongga panggul yang dilindungi oleh tulang tebal dan kuat, membantu menanggung berat embrio sampai akhir kehamilan. Strukturnya yang kuat dan ideal dibangun untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan di dalamnya.

Semua informasi tentang perkembangan embriologi dalam  rahim ibu yang dirincikan dalam  Al Qur’an adalah salah satu bukti nyata bahwa Al Qur’an merupakan wahyu dari Allah, Pencipta segala. Hal ini juga dinyatakan dalam Al Qur’an yang penuh informasi yang turun dari ratusan tahun lalu yang menyoroti dunia ilmiah sampai saat ini.

“Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini”. (QS. Al-Jasiyah: 4)



sumber dari: jambanpanyileukan.blogspot.com

Air Hujan Adalah Tawar




"Maka terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" (Surat Al Waqi'ah: 68-70).
 
      
 
 
"… dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar?" (Surat al-Mursalat: 27)
 
"Dialah Yang telah menurunkan air hujan dari
langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu." (Surat An-Nahl: 10)

Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari penguapan air dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah
 
"… Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. " (Surat al-Furqan: 48)
 
"Dan sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Surat Fushilat: 39)
 
Hujan Yang Memberi Kehidupan Bagi Tanah Yang Mati
 
Di dalam Al Quran banyak ayat yang menyeru kepada kita agar memperhatikan bahwa hujan berguna untuk menghidupkan negeri (tanah) yang mati.
 
"… dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak." (Surat al-Furqan: 48-49)
 
Selain tanah diberi air, yang merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, hujan juga berfungsi sebagai penyubur.
 
Tetesan hujan, yang mencapai awan setelah sebelumnya menguap dari laut, mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. Tetesan yang "memberi kehidupan" ini disebut "tetesan tegangan permukaan". Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton. Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi "pupuk" ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan. Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memperoleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi pertumbuhan mereka. Seperti yang tertera dalam ayat:
 
"Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam."(QS. Qaf: 9).
 
Garam-garam mineral yang turun bersama hujan merupakan contoh dari pupuk konvensional (kalsium, magnesium, kalium, dan lain-lain) yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Sementara itu, logam berat, yang terdapat dalam tipe aerosol ini, adalah unsur-unsur lain yang meningkatkan kesuburan pada masa perkembangan dan produksi tanaman.
 
Singkatnya, hujan adalah penyubur yang sangat penting. Setelah seratus tahun lebih, tanah tandus dapat menjadi subur dan kaya akan unsur esensial untuk tanaman, hanya dari pupuk yang jatuh bersama hujan. Hutan pun berkembang dan diberi "makan" dengan bantuan aerosol dari laut tersebut.

"Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam." (QS. Thaha: 53)


sumber dari: islam-mengukir-cinta.blogspot.com

Al-Mursalat 77, 21








sumber dari: freeislamiccalligraphy.com

Other names of The Judgement Day




Holy Quran appoints the judgement day several different names other than just “judgement day”, most probably to draw attention to different reflections of such a day and create a deeper awareness around it.

Here is a list of these names:

1) Yawm Al-Khurooji  : Day of Coming Forth
The day when they will hear the (Awful) Cry in truth. That is the day of coming forth (from the graves). Qaf 50/42

2) Yawm Al-Baath: Day of Resurrection  Ar-Room – 30/56
But those to whom knowledge and faith are given will say: The truth is, ye have tarried, by Allah’s decree, until the Day of Resurrection. This is the Day of Resurrection, but ye used not to know. Ar-Room – 30/56

3)  Yawm Al-Jam: Day of Assembly
And thus We have inspired in thee a Lecture in Arabic, that thou mayst warn the mother-town and those around it, and mayst warn of a day of assembling whereof there is no doubt. A host will be in the Garden, and a host of them in the Flame. Ash-Shura 42/7

4)  Yawm Al Khulood: Day of Eternal Life
Enter ye therein in Peace and Security; this is a Day of Eternal Life!” Qaf – 50/34

5) Yawm Al-Azifatu: Approaching Day
The (Judgment) ever approaching draws nigh An-Najm 53/57

6) Yawm Daru Al-Qarar : Day of The Everlasting Home
O my people! This life of the present is nothing but (temporary) convenience: It is the Hereafter that is the Home that will last. Al-Ghafir 40/39

7) Yawm Al-Fasli: Day of Sorting Out
For the Day of Sorting out,
And what will explain to thee what is the Day of Sorting out? Al-Mursalat 77/13-14
Verily the Day of sorting out is the time appointed for all of them Ad- Dukhan 44/40

8) Yawm Al-Hasrat: Day of Distress
But warn them of the Day of Distress, when the matter will be determined: for (behold,) they are negligent and they do not believe! Maryam 19/39

9) Yawm Al-Mawood: The Promised Day
By the promised Day Al Burooj 85/2

10) Yawm Al-Taghabun: The Day of Mutual Disillusion
The day when He shall gather you unto the Day of Assembling, that will be a day of mutual disillusion. And whoso believeth in Allah and doeth right, He will remit from him his evil deeds and will bring him unto Gardens underneath which rivers flow, therein to abide for ever. That is the supreme triumph. – At-Taghabun 64/9

11) As-Saatu: The hour,
The Hour (of Judgment) is nigh, and the moon is cleft asunder. Al-Qamar 54/1

12) Al-Hâaqqa: The reality Al Haaqqa 69/1-3
The Sure Reality!
What is the Sure Reality?
And what will make thee realise what the Sure Reality is? Al Haaqqa 69/1-3

13) Al-Qaria:The Day of Noise and Clamour
The (Day) of Noise and Clamour
What is the (Day) of Noise and Clamour?
And what will explain to thee what the (Day) of Noise and Clamour is? Al Qaria 101-1-3






sumber dari: islamoformation.com

TENTARA-TENTARA ALLOH SWT




Saudaraku, waspadalah akan tentara pemusnah masal yang siap Alloh SWT kirimkan kepada hamba yang melanggar aturan-Nya. Tentara itu tidak pandang bulu, ia tidak hanya akan menyerang orang yang bermaksiat, namun juga akan menyerang orang mukmin yang membiarkan saudaranya bergelimang dalam maksiat.

Layaknya seekor nyamuk yang menggigit kita, maka yang kita lakukan bukan hanya memburu nyamuk yang bersalah itu, namun nyamuk lain yang tak bersalahpun kita buru.

ANGIN TOPAN
Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ahzab : 6)
 
GUNTUR & PETIR
Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Aad dan Tsamud." (QS. Fushilat : 13)
 
 GUNUNG BERAPI & LAHAR
“dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,” (QS. Al-Mursalat: 10)

 
TSUNAMI
Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. (QS. Al-Qoshosh: 40)

 
API
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.
(QS. Az-Zumar: 16)

 
BADAI
“atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? (QS. Al-Mulk: 17)

 

GEMPA BUMI
“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,” (QS. Al-A`rof: 91)

 

HUJAN BATU METEOR
Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.
(QS. An-Naml: 58)

 
BANJIR
Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.
(QS. Al-Mu`minuun: 41)



TANAH & LONGSOR
Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).
(QS. Al-Qoshosh: 81)

 

Untuk itu, marilah kita ajak keluarga kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita untuk senantiasa berbakti kepada Alloh Yang Maha Suci dan berusaha meninggalkan kemaksiatan yang selama ini kita perbuat kepada-nya,

Sebagaimana firman Alloh SWT: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(QS. At-Tahrim: 6)

WALLOHU`ALAM BISSHOWAB


sumber dari: laatakhof.blogspot.com

Alam Rahim




"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? 
Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)." 
(QS Al-Mursalat: 20-21)




Setiap kita pasti pernah mengalami kehidupan dalam sebuah alam yang terhormat dalam perut seorang perempuan selama lebih kurang 9 bulan 10 hari. Alam kandungan merupakan  tempat persinggahan yang kokoh sebelum lahir ke muka Bumi… Dia bernama “rahim”, nama yang sama dengan salah satu nama Allah yaitu “Ar-Rahim” (Yang Maha Penyayang).

Layaknya sebuah dunia yang memungkinkan sebuah kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, rahim memiliki hampir semuanya, Sebuah sistem dan mekanisme yang entah bagaimana disusun dan dirancang sedemikian rupa sehingga seorang bayi bisa tumbuh dan "hidup" disana. dari sel telur yang dibuahi sperma, menjadi segumpal darah, menjadi janin, menjadi bayi yang memiliki seluruh kelengkapan yang dipersyaratkan "hidup", nafas, detak jantung, gerak, aliran darah, metabolisme dan pertumbuhan.

Perasaan menjadi seorang calon ibu adalah perasaan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan. Betapa rasa ingin melindungi, keterikatan emosional dengan si bayi yang begitu besar. 

Jadwal tiap bulan ke dokter adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Melihat keadaan si bayi adalah kegiatan yang sangat menyenangkan walaupun harus menunggu berjam-jam di Rumah Sakit dan hanya memiliki kesempatan 5 menit mengintip perkembangan bayi di monitor USG. 

Beberapa saudara mengatakan jangan keseringan melakukan USG, tapi mana tahan kedokter tanpa melihat si bayi. Menurut beberapa artikel di internet, USG apalagi 4D memang berbahaya jika dilakukan tiap bulan bisa bikin KANKER (baca : KANtong KERing ayah  & bundanya)..mahal soalnya hehehe..kalau dari segi kesehatan sih aman-aman saja..soalnya USG itu menggunakan gelombang suara, jadi tidak membahayakan.. malah lebih bahaya hand phone dari pada USG.

Keajaiban Alam Rahim 

Rahim merupakan bermulanya kehidupan. Di dalam rahim terdapat kehidupan ideal seorang manusia. Di tempat inilah setiap manusia dilantik menjadi seseorang. Ketika dilahirkan sebagai bayi (manusia sempurna), ia menanggis sedemikian rupa karena meninggalkan rahim yang didalamnya terdapat berlimpah-limpah kasih sayang dan rasa aman. 

Didalam rahim, perjalanan pertama yang akan dilalui manusia adalah 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa 'aqalah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging). Setelah itu ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna.

Tahukah anda bahwa manusia telah mengucapkan ikrar syahadat sejak pertama diciptakan oleh Allah? Kita telah bersyahadat sejak ruh pertama kali ditiupkan ke jasad kita, yaitu sewaktu berada di dalam rahim. Syahadat yang kita ucapkan sewaktu di dalam rahim disebut syahadat primordial. 

Konon saat bayi akan dibrangkatkan ke Alam Rahim dari Alam Ruh, bayi akan diajukan pertanyaan. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang menjadi dasar pertimbangan kau akan diberangkatkan ke Alam Rahim atau tidak. Bila jawabanmu 'ya' kami akan memepertimbangkanmu untuk diberangkatkan. Bila jawabanmu 'tidak', kau akan menjalani masa pendidikan tambahan di Alam Rahim tentang Kerajaan Semesta. Sampai kau siap dan menjawab 'ya'. (Fadh Djibran).

Kau memang tak mungkin mengingatnya. Sebab sebelum bayi-bayi dilahirkan ke dunia, mereka harus melewati terowongan Vaghana yang dipenuhi cairan kental yang membuat seluruh ingatanmu terhapus. Kau tak akan ingat lagi apa yang terjadi di Alam Rahim--apa pun yang pernah kau alami dan lewati di sana (hlm. 28).

Segala proses yang sudah tidak kita ingat lagi itu setelah kita hadir di Alam Dunia, diceritakan dalam buku ini dengan cara mendongeng. Penulisnya sengaja memakai teknik penceritaan tersebut. Sebuah pendekatan yang cerdik, mengingat penjelasan proses kejadian seorang individu secara ilmiah sangatlah rumit.
Setelah membaca buku ini (berulang-ulang) membuat saya membayangkan kondisi seperti itulah yang terjadi didalam perut saya. Bayi telah mempelajari banyak hal untuk mempersiapkan diri kelak di dunia.

Rahim adalah salah satu rahasia Allah yang akan terus menjadi rahasia,  namun jika kita ingin mengetahui rahasia alam semesta mulailah dengan menelusuri Alam rahim.



sumber dari: ilgaiskandar.blogspot.com

relation between fresh water and high mountains






God says:
 (Have We not made the earth a receptacle, for the living and the dead?, And have placed therein firm, and tall mountains, and have given you to drink sweet water?)
[Surat Al-Mursalat, verse: 25-27]
The scientific truth:
Scientists have found that the mountains contribute significantly in forming the clouds, as when the air currents loaded with water vapor come near the mountains, they bow to these mountains and rise up , which means that the mountains contribute in rising up the water vapor atoms. Therefore we notice that the tops of the high mountains are mostly covered with snow. And scientists have found that the water found near the high mountains is very pure.
The point of inimitability:
The inimitability in the previous verse appears with what scientists have discovered from scientific truths that there is a relation between fresh water and high mountains, as the mountains help in the formation of clouds and snowfall that then melts and changes into fresh water that we often find near these mountains.
The inimitability appears also with what the Quran has stated: the tall mountains and fresh sweet water, and this sign indicates that the Quran has preceded the scientists to this scientific truth which testifies the miraculous nature of the holy Quran and the truthfulness of Islam.


sumber dari: kaheel7.com

Bintang-bintang yang ada di langit juga mengalami proses kematian






Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ

Ertinya:“Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,” (surah Al-Mursalat: ayat 8) Bintang-bintang yang ada di langit juga mengalami proses kematian. Bintang dilahirkan kemudian akan dimatikan.



sumber dari: alamsyahadah.wordpress.com

Memulai Lebih Pagi






"Demi Malaikat yang beterbangan di pagi hari.." QS. Al Mursalat

Hari yang kita mulai lebih pagi, ternyata lebih menakjubkan dari hari yang sebaliknya (lebih siang bangun). Karena dipagi hari, kita mendapat 'porsi' rejeki yang dibagikan malaikat rizqi di pagi hari.
Bangun lebih pagi juga memiliki beberapa keutamaan:
1. Doa Yang Ijabah (Waktu Wstho, Sebagaimana Sore)
2. Sholat Fajar yang kebaikannya lebih baik dari dunia dan seisinya
3. Mengawali dengan kesegaran membuat hari kita FRESH!!
4. Lebih siap dalam persiapan yang baik
5. Shubuh Berjamaa'ah
6. Dll (ini yang banyak)
Baik, selamat memulai dengan lebih pagi...
Oh ya, Jam berapa idealnya? Jam 03.00. Selamat Mencoba..



sumber dari: arrwah.blogspot.com

Saturday, 7 December 2013

Five Principles of Prayer






Five Principles of Prayer:
“Just as the prayer has been built upon 5 principles: Qira’ah (recitation), Qiyam (standing), Rukoo‘ (bowing), Sujood (prostration) and Dhikr (remembrance), it has also been named as such.

The prayer has been called ‘Qiyam‘ in the verse:
قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلاً
Stand (to pray) all night, except a little.” [al-Muzzammil: 2]
And in:
وَقُومُواْ لِلّهِ قَانِتِينَ
“… And stand before Allah with obedience” [al-Baqarah: 238]
It has been called Qira’ah in:
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوداً
“… and recite the Qur’an in the early dawn (i.e. the morning prayer). Verily, the recitation of the Qur’an in the early dawn is ever witnessed.”
[al-Isra: 78]
And:
فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ
“… So recite as much of the Quran as may be easy…” [al-Muzzammil: 20]
It has also been termed ‘Rukoo‘ in:
وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ
“… And bow down along with the Raki’un (those who bow in prayer).” [al-Baqarah: 43]
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ
“And when it is said to them: “Bow down yourself (in prayer)!” They bow not down.” [al-Mursalat: 48]
And again it’s been named Sujood in:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ
“So glorify the praises of your Lord and be of those who prostrate themselves (to Him).”
[al-Hijr: 98]
وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“… Fall prostrate and draw near to Allah!” [al-‘Alaq: 19]
And finally it has been called Dhikr in:
فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ
“… come to the remembrance of Allah (i.e. the Friday prayer)…” [al-Jumu’ah: 9]
لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ
“… Let not your properties or your children divert you from the remembrance of Allah (i.e. prayer).” [al-Munafiqun: 9]
Ibn al-Qayyim: ‘The most honourable of actions (in the salah) is the sujood and the most honourable of adhkar (words of remembrance) is recitation. The first chapter revealed to the Prophet (sallallahu `alayhi wa sallam) was: 
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ
“Read in the Name of your Lord…”
[al-‘Alaq] 
It begins with the command to read and it ends with the command to prostrate. So each unit of prayer has been established upon this, its first part is recitation and its end is that of prostration.’
(‘Asrar al-Salat’, by Ibn al-Qayyim)



sumber dari: dailyislam.tumblr.com

Thursday, 5 January 2012

Al-Mursalat -another full version



Al-Mursalat -air yang hina

Pada suatu hari seorang sahabat mengeluhkan sikap orang yang pernah ditolongnya,
“Dulu, kalaulah saya tidak beri kesempatan untuk bekerja di kantor saya, entahlah nasibnya seperti apa. Jangankan untuk menyelesaikan studinya, wong untuk bayar kontrakan dan ngidupi anak-bininya aja mesti kerja pontang-panting,”.

Lalu, apa masalahnya?”, tanya saya penasaran.

“Lha iya, sekarang dah berani petantang-petenteng. Sulit untuk dimintai tolong. Ada saja alasannya. Sibuk ini dan sibuk itu”, ujar sahabatku itu sambil menarik napas panjang.

Mendengar keluhan sahabat saya itu, saya jadi ingat ungkapan al-Quran tentang asal muasal manusia. Kita semua berasal dari “air yang hina”, nama lain dari sperma. “Air yang hina” yang dalam al-Quran disebutkan dengan ungkapan ماء مهين /ma’ mahin/ disebutkan sebanyak tiga kali, yaitu dalam surah al-Sajdah 32:8, al-Mursalat 77:20, dan al-Thariq 86:6, sedangkan kata “mani” hanya disebutkan sekali saja, yaitu dalam surah al-Qiyamah 75:37.

أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ

20 . Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina








Agar manusia tidak lupa dari apa ia diciptakan, Allah SWT mengingatkannya dalam surah al-Thariq 86:5:

فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ

86.5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

Ini dalam konteks hubungan kita dengan Sang Pencipta. Dalam konteks hubungan antar sesama, ada baiknya juga manusia tidak melupakan masa lalunya. Kalau sekarang ia telah berhasil menjadi seorang sarjana, telah berhasil melunasi cicilan rumah tinggalnya, telah berhasil membeli kendaraan, dst…. di balik keberhasilannya itu tentu ada sejumlah orang yang berjasa. Dari sekian yang berjasa itu tentunya banyak yang tidak mengharapkan balas budi bahkan ucapan terima kasih sekali pun. Namun, sikap “tak tau diri” manusia seperti ini setidaknya menambah keyakinan, mengapa al-Quran menyebut sperma dengan ungkapan “air yang hina”.

Al-Mursalat -api raksasa

Gambar yang berhasil diambil dari ruang angkasa Sky Lab ini , berbentuk kembang Api raksasa yang muncul pada permukaan matahari (setinggi istana).





Pada saat diambil, gambar kembang api raksasa ini berbentuk unta, lengkap dengan kaki, kepala, dan punuknya.
Itulah salah satu tanda kebesaran Allah di angkasa yang bisa kita lihat dan sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

Sebagian mufassir menyatakan bahwa matahari adalah bahan dasar neraka.





Tapi yang benar adalah yang ditunjukkan dalam surat Al Mursalat ayat 32 yang menyebutkan bahwa matahari adalah gambaran jahanam pada hari kiamat.



[77:32] Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana.
[77:32] Surely it sends up sparks like palaces,




[77:33] Seolah-olah ia iringan unta yang kuning.
[77:33] As if they were tawny camels.


Jadi masihkah manusia akan sombong dan takabur ?

Dengan mengatakan dalih bahwa manusia adalah TUHAN ? atau Anak Tuhan ?

Atau buat kita yang muslim, masihkan kita meninggalkan shalat ? Malas membaca AYat -AYat Qur'an ? Malas bersedekah ?

Masih merasa paling pandai, paling hebat, paling cerdas, paling tinggi diantara yang lainnya ?


SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH ALLAHU AKBAR....

Al-Mursalat -gunung yang tinggi






وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاء فُرَاتاً

dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar

(Al-Mursalat 27)

Al-Mursalat -kisah umat terdahulu




“Bukankah Kami telah binasakan orang-orang yang dahulu? Lalu Kami iringkan mereka dengan orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.”
(Al-Mursalat [77]: 16-18).


Berulang kali Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) mengungkapkan kisah akibat dosa umat manusia sejak zaman purba hingga yang akan datang. Di antara mereka, ada yang disambar petir seperti kaum Tsamud, ada yang diterpa angin seperti kaum ‘Aad, ditenggelamkan banjir seperti kaum Nuh, ditelan bumi seperti Qorun, dan ada yang dihujani batu seperti kaum Sodom dan sebagainya.

Adakah mereka dibinasakan karena mereka miskin? Atau tidak punya militer yang kuat? Atau karena sistem politik dan ekonominya yang amburadul? Atau hal lain, yaitu kufur kepada Allah SWT?

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa mereka disebabkan karena dosa-dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, tapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.”
(Al-‘Ankabut [29]: 40).

Manusia baik pada zaman dahulu, sekarang, dan yang akan datang, ternyata tidak dihancurkan kecuali apabila mereka berbuat dosa. Ironisnya, mereka merasa bangga dengan kelalaiannya, merasa aman dengan kemaksiatannya, mengira bahwa dosa itu tidak ada pengaruhnya. Mereka dengan pongahnya menyangka dirinya akan bisa mengatasi malapetaka ketika datang. Seperti halnya Fir’aun yang mengadakan pengamanan dengan ribuan prajurit yang hebat, tujuh benteng kerajaan yang kokoh, namun ternyata tak berdaya dengan serbuan pasukan belalang, kutu dan katak.

Al-Mursalat -smiling sky



Apabila kita lihat gambar di atas, mungkin ada di antara orang yang tidak percaya bahawa gambar di atas asli atau tidak. Sebenarnya gambar di atas adalah gambar yang asli. Langit memang benar-benar tersenyum pada 2 hb Disember 2008.

Kemudian, kenapakah kejadian tersebut saya kaitkan dengan ayat 9 dalam surah al-Mursalat, seperti yang saya catit di dalam gambar di atas.

Firman Allah swt:

وَإذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ
Apabila kita lihat kitab-kitab tafsir, maka kita akan melihat erti ayat di atas ialah:

Dan apabila langit itu dibelah
Jadi kenapa pula langit dibelah di samakan dengan langit senyum.

Pada pendapat penulis, perkataan فُرِجَتْ atau فُرِجَ bukan saja bererti di belah, tetapi juga bererti dilepas atau dihapus.

Cuba lihat erti doa di bawah ini:

اللهم فَرِّجْ عَنَّا هَمَّنَا وَغَمَّنَا فَرَجًا عَاجلاً غَيْرَ آجِلٍ


Maksudnya:

Ya Allah, hapuskanlah daripada kami kerisauan kami dan kesulitan-kesulitan kami dengan segera dan janganlah dilambatkan penghapusan itu.

Oleh itu kalimat فرج juga bererti dihapuskan. Namun apa yang di hapuskan. Adakah langit itu sendiri?.

Saya berpendapat apa yang dihapuskan itu ialah segala kesusahan dan kesulitan. Kerana ayat di atas adalah salah satu keindahan ayat al-Qur’an yang tidak menyebutkan perkara yang dimaksudkan kerana perkara itu sudah biasa disebut :

Selain itu kita juga sudah biasa menyebut perkataan ( فرج همنا ) di dalam doa yang bermakna hapuskanlah kesulitan kami

Apabila seseorang itu dihapuskan segala kesulitan dan kesedihannya maka apa yang akan berlaku. Maka tentulah ia akan tersenyum.

Oleh itu ayat di atas adalah makna simbolik kepada apabila langit dihapuskan kesulitannya ( ia akan senyum)

Ayat-ayat dalam surah al-Mursalat ialah sebanyak 50 ayat. Dan ayat di atas ialah ayat ke 9. Jika kita bahagi 30 hari dalam sebulan kepada 50 ayat, kita akan dapat 0.6. lalu jika kita dharab 9 (ayat ke 9) = 0.6 X 9 = 5.4.

Peristiwa langit senyum ialah pada 2 Disember 2008, bersamaan dengan 5 Zulhijjah 1429. Manakala, ayat Surah al-Mursalat pula berada dalam hizib terakhir juzuk 29. Berarti juga hizib itu berada dalam bulan Zulhijjah 1429. Oleh itu ayat tersebut amat bertepatan dengan makna simbolik ayat bahawa langit telah tersenyum pada 5 Zulhijjah 1429 yang lalu.

Lihatlah bertapa tepatnya pengiraan yang Allah swt telah buat. Kitab al-Qur’an diturunkan pada 1400 tahun yang lalu. Dan Allah swt telah mentaqdirkan langit akan tersenyum pada akhir tahun 1429H. Siapakah yang mampu untuk menurunkan al-Qur’an dan mentaqdirkan langit tersenyum pada 1429H ini pada 1429 tahun yang lalu.

Subhanallah. سبحان الله


Tafsiran penulis ini tidaklah bermaksud menafikan tafsiran yang ada, tetapi penulis hanya ingin menambah khazanah tafsir yang telah sedia ada. Kerana al-Qur'an adalah kalam Allah, adalah tidak mungkin pada kita untuk menghadkan makna kalam Allah swt tersebut.

Al-Mursalat -kufi masahif
































Script : Kufi Masahif
Dimension : 27 x 37 CM
Copying date : 2nd / 3rd Centuries
Surah name : Surat al Mursalat
Verses number : 5 to 26 and part of 27

Al-Mursalat -rukuklah





Orang yang gila itu adalah orang yang tidak sembahyang kerana hanya dua syarat saja yang memperbolehkan akan seorang itu meninggalkan sembahyang, pertama sekiranya ia haid & kedua ketika ia tidak siuman akalnya.

Allah Taala berfirman :

"Dan apabila dikatakan rukuk kepada mereka,

"Rukuklah," mereka tidak mahu rukuk.

(Al-Mursalat : 48)

Al-Mursalat -terjemahan

 





  

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفا
1 . Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan

فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفاً
2 . dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,
وَالنَّاشِرَاتِ نَشْراً
3 . dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya
فَالْفَارِقَاتِ فَرْقاً
4 . dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya
فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْراً
5 . dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,
عُذْراً أَوْ نُذْراً
6 . untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan,
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ
7 . sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi .
فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ
8 . Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan,
وَإِذَا السَّمَاء فُرِجَتْ
9 . dan apabila langit telah dibelah,
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ
10 . dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,
وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ
11 . dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)
لِأَيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ
12 . (niscaya dikatakan kepada mereka:)?Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)??
لِيَوْمِ الْفَصْلِ
13 . Sampai hari keputusan.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ
14 . Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
15 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ
16 . Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?
ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ
17 . Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.
كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ
18 . Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
19 . Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
أَلَمْ نَخْلُقكُّم مِّن مَّاء مَّهِينٍ
20 . Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina





فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَّكِينٍ
21 . kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim)
إِلَى قَدَرٍ مَّعْلُومٍ
22 . sampai waktu yang ditentukan
فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
23 . lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan!
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
24 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ كِفَاتاً
25 . Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpu
أَحْيَاء وَأَمْوَاتاً
26 . (orang-orang hidup dan orang-orang mati,
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُم مَّاء فُرَاتاً
27 . dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar
وَيْلٌ يوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
28 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
انطَلِقُوا إِلَى مَا كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ
29 . (Dikatakan kepada mereka pada hari kiamat):?Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya,
انطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلَاثِ شُعَبٍ
30 . Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang .
لَا ظَلِيلٍ وَلَا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ
31 . yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
32 . Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana,
كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ
33 . Seolah-olah ia iringan unta yang kuning
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
34 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
هَذَا يَوْمُ لَا يَنطِقُونَ
35 . Ini adalah hari, yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu),
وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ
36 . dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur .
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
37 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالْأَوَّلِينَ
38 . Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu
فَإِن كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
39 . Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku.
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
40 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!



 

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلَالٍ وَعُيُونٍ
41 . Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.
وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ
42 . Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini.
كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئاً بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
43 . Dikatakan kepada mereka):?Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan?.
إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنينَ
44 . Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
45 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلاً إِنَّكُم مُّجْرِمُونَ
46 . (Dikatakan kepada orang-orang kafir):?Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa?.
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
47 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustaka!
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لَا يَرْكَعُونَ
48 . Dan apabila dikatakan kepada mereka:?Ruku?lah, niscaya mereka tidak mau ruku?.!
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
49 . Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan!
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
50 . Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur?an ini mereka akan beriman?