Showing posts with label Al-'Asr. Show all posts
Showing posts with label Al-'Asr. Show all posts

Friday, 11 April 2014

Solat Sunat Tasbih






Solat sunat tasbih bertujuan mengakui kesucian Allah S.W.T dari segala yang tidak layak bagiNya atau kekurangan padaNya. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mengamalkannya setiap malam. Jika tidak dapat setiap malam, amalkan seminggu sekali, atau setahun sekali, ataupun paling kurang sekali seumur hidup.

Fadilat atau kelebihan solat Tasbih ini ialah ia dapat mengampunkan dosa yang lama atau yang baru, dosa yang dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja dan dosa yang tersembunyi atau terang.

Bilangan rakaatnya ialah empat. Jika dilakukan waktu siang lakukan 4 rakaat 1 salam. Jika dilakukan pada waktu malam, 4 rakaat 2 salam.

Niat solat Tasbih : Sahaja aku solat sunat Tasbih dua/empat rakaat kerana Allah Taala.
Surah-surah yang elok dibaca selepas bacaan Fatihah :

Rokaat 1 : At-Takaathur (Alha kumuttaka…)
Rokaat 2 : Al ‘Asr (Wal ‘ashri…)
Rokaat 3 : Al Kafiruun (Qul ya ai yuhal kaafiruun...)
Rokaat 4 : Al Ikhlas (Qul huwallah hu ahad…)

Bacaan tasbih adalah seperti berikut:

Bilangan tasbih yang dibaca berjumlah 300 kali iaitu 75 kali bagi satu-satu rakaat.
Masa Bacaan Bacaan Tasbih
Selepas membaca Surah sebelum rukuk 15 kali
Dalam rukuk selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Selepas bangun dari rukuk dan sebelum sujud dan selepas membaca Tahmid dalam iktidal 10 kali
Dalam sujud selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Semasa duduk antara dua sujud selepas membaca Doa 10 kali
Dalam sujud ke dua selepas membaca Tasbih biasa 10 kali
Duduk sebelum bangun bagi rokaat pertama dan ketiga dan selepas tahiyat awal dan akhir bagi sembahyang 4 rokaat 1 salam. Duduk sebelum bangun bagi rokaat pertama dan selepas tahiyat akhir bagi sebahyang 4 rokaat 2 salam 10 kali
Jumlah 75 kali

Secara ringkasnya, tasbih tersebut perlu dibaca pada penghujung pergerakkan solat sebelum melakukan pergerakkan yang berikutnya.

Doa selepas solat tasbih :

Ya Allah, ya Tuhan Kami, kami memohon taufik daripada-Mu sepertimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjukdan jadikan amalan kami ini sepertimana amalan ahli yakin dan jadikan kami dari golongan orang yang menerima nasihat orang-orang yang bertaubat dan keazaman kami sepertimana orang-orang yang sabar dan gementar kami sepertimana orang-orang yang takut dan kami memohon sepertimana permohonan orang yang suka kepada kebaikan dan beribadat seperti ibadat orang-orang yang warak dan jadikan pengetahuan kami ini sebagai ahli-ahli yang berilmu sehingga kami termasuk ke dalam orang yang takut kepada Engkau. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, jadikan kami golongan yang takut yang menghalang kami daripada melakukan maksiat sehinggalah kami beramal dengan taat kepada-Mu, sebagaimana amalan yang kami merasa perlu mendapat keredaan-Mu dan juga sehingga kami betul-betul ikhlas dan bertawakkal kepada-Mu dalam setiap perkara dan kami memohon supaya menjadi orang yang baik sangka terhadap Engkau, Maha Suci Engkau sebagai Pencipta.



sumber dari: al-ahkam.net/home/

Sunday, 23 March 2014

Kumpulan Surat Surat Pendek Al Quran




Memasuki bulan suci Ramadhan bulan yang penuh rahmat dan petunjuk, Untuk anda sahabatku yang belum hafal surat surat pendek Al-Qur'an pastinya ingin segera bisa hafal. Jangan sia siakan bulan penuh rahmat cobalah menghafal surat surat pendek Al Qur'an mudah mudahan dalam menghafal surat pendek suci Al-Qur'an sahabatku cepat menghafal dan mudah untuk menghafalnya. Amin

Saat ini Surat Pendek Al-Quran banyak anak anank yang belum hafal, Dan tidak jarang juga kita yang dewasa juga belum hafal surat pendek Al-Qur'an. Dalam Sholat kita sering memakai surat surat Al-Qur'an yang pendek pendek. Metode Untuk bisa menghafal Al-Quran ternyata tidak sulit mulailah menhafal dari surat surat pendel terlebih dahulu mungkin bisa jadi alternatif untuk bisa menghafal Al - Qura'an. Mungkin bisa juga dengan menggunakan metode Ustad Yusuf Mansyur satu hari satu ayat. Kalian bisa mulai dari surat-surat pendek dalam Al-Quran. Karena ayatnya sedikit, kalian pasti bisa lebih cepat dalam menghafal.

Lihat Juga Kumpulan Ceramah Tentang Sedekah Ustad Yusuf Mansur
Alhamdulillah ada sedikit daftar kumpulan surat surat pendek Al-Qur'an diantaranya :
  1. Surat Al Zalzalah
  2. Surat Al Kaafiruun
  3. Surat Al Maun 
  4. Surat Al Kautsar
  5. Surat Al Ikhlash
  6. Surat Alam Nasyrah
  7. Surat At Tin
  8. Surat Al'Aadiyaat 
  9. surat Al Falaq
  10. Surat An Naas
  11. Surat Al'Ashr
  12. Surat Al Humazah
  13. Surat Quraisy
Insya Alloh kedepannya akan saya update lebih banyak kumpulan surat surat Al - Qur'an dari yang pendek pendek sampai yang panjang juga. Mudah mudahan dari sedikit kumpulan surat surat pendek Al - Quran ini bermanfaat untuk sahabat arenaberbagi.com trimakasih atas kunjungannya. surat surat Al-Qur'an



sumber dari: http://www.arenaberbagi.com/

Friday, 7 March 2014

Jiwa yang Mulia




1296529620611752158


Kita mengetahui bahwa kita sebagai manusia mempunyai komposisi ruhani dan bahwa Alloh SWT telah meniupkannya ruh-Nya ke dalam diri kita. Hakikat ruh itu sendiri tidak penting bagi kita. Karena Alloh SWT telah memerintahkan Rosul SAW agar menjawab pertanyaan orang-orang yang bertanya tentang ruh dengan jawab bahwa ruh adalah urusan Alloh SWT. Tidak diragukan lagi bahwa ruh merupakan unsur yang agung dan mulia karena merupakan urusan Alloh SWT. Tidak diragukan lagi bahwa ruh berada di alam metafisik, yang berada di luar ruang lingkup hukum-hukum alam. Ia berada di alam yang seluruhnya berisi cahaya dan sinar terang, semuanya jernih, tetapi ketika Al Qur’an yang mulia menyebutkan jiwa manusia, maka ia menyebutkan sifat-sifatnya.  

“Dan Kami telah menunjukkan dua jalan kepadanya.” (QS. Al Balad:10) 

“ Dan demi jiwa serta penyempurnaananya, maka Alloh mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan.” (QS. Asy-Syams: 7-8)

Jiwa manusia semata adalah jiwa yang diberi hak memilih. Ia dapat melakukan kebaikan dan keburukan. Ia mampu berbuat baik sebagaimana pula mampu berbuat buruk. Alloh SWT telah membuat berbagai sarana yang dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk kebaikan, jika ia berorientasi kepadanya. Namun ia dapat pula digunakan untuk tujuan kejahatan jika ia berorientasi kepadanya. Inilah rahasia Alloh SWT, Robb Yang Maha Kuasa dan Maha Mengatur.
Sesungguhnya kita dapat melakukan perbuatan baik dan perbuatan buru, dan kita mampu membedakan antara keduanya. Rahasia pemberian Alloh ini selalu siap untuk ditingkatkan keilmuannya sampai pada puncak batas kemungkinan. Kita bukan malaikat yang seluruh hidupnya sarat dengan kebaikan, namun kita juga bukan setan yang seluruh hidup kita penuh dengan keburukan. Dengan kebijaksanaan Alloh SWT, kita dapay mengisi hidup kita dengan keduanya. Jadi, jiwa kemanusiaan kita memiliki batas-batas yang luas dan karakter yang elastis, yang dapat menerima kebaikan sebagaimana pula dapat menerima kejahatan.

Meskipun jiwa manusia dinilai sangat tinggi oleh Al Qur’an, sekalipun jiwa manusia mempunyai ilmu dan keutamaan, dan sekalipun ia bercahaya dan cemerlang, namun manusia tidak disebut di dalam Al Qur’an dengan gambaran bahwa ia memiliki kecenderungan kepada keburukan.

“ Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan bodoh.” (QS. Al Ahzab: 72)

“ Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar dan tidak berterima kasih kepada Tuhannya.” (QS. Al A’adiyat: 6)

“ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al ‘Ashr: 1-2)

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Jika ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS. Al Ma’arij: 19-21)

Hal ini semua disebabkan oleh kenyataan bahwa jiwa manusia yang menempati badan, sedangkan dengan kedudukan yang diberikan Alloh SWT itu, ia lupa dan bodoh, sehingga ia terpola dengan karakter bejana dan wadah yang ditempatinya. Ia terpola dengan kecenderungan materi dan karakteristik-karakteristiknya. Tidak ini saja, bahkan setan telah menguasainya. Setan akan terus menguasai dan memikatnya.

Jiwa manusia akan menjadi mulia jika jiwa itu melakukan amal sholih, sehingga martabatnya akan tinggi dihadapan manusia dan Alloh SWT.  

“ Sesungguhnya manusia benar-benar rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan amal sholih.” (QS. Al ‘Ashr: 2-3). 

““Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Jika ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir.Kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat. Yaitu mereka yang terus menerus mengerjakan sholatnya.” (QS. Al Ma’arij: 19-23)


12965293461944782258


Jadi untuk mengatasi karat keburukan dan kemaksiatan dalam jiwa kita diperlukan pembersih noda. Di sana ada perjuangan yang harus dilakukan terus menerus. Alloh SWT tidak akan membiarkan kita sia-sia. Sebaliknya Alloh SWT mengirimkan para rasul yang membawa kita sehingga ruh dapat dijaga kesuciannya dan orientasi kita kepada Alloh SWT terus lestari dan subur, berkat karunia dan petunjuk Alloh SWT. Al Qur’an telah mengisyaratkan bahwa jiwa manusia dalam perjuangan ini mengalami beberapa tahapan dan peringkat. Maka, rutinkanlah hubungan kita dengan Alloh SWT, rutinkanlah zikir kita, rutinkanlah ketaatan kita kepada Alloh SWT, dan kuatkan perhatian kita kepada Alloh SWT. Inilah pelarut karat yang dapat mencemerlangkan jiwa kita manakal ia jatuh ke kubangan kemaksiatan dan keburukan.  

“ Dan aku tidak menganggap bahwa diriku terbebas dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu selalu meyuruh kepada kejahatan…” (QS. Yusuf: 53).

Terakhir saya ingin mengingatkan diri saya khususnya, dan kita semua yang membaca tulisan ini dengan firman Alloh SWT yang berbunyi,  

“ Dan orang-orang berjihad untuk mencari keridhoan-Ku, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut: 69)

Marilah kita bermujahadah (bersungguh-sungguh) meningkatkan kemuliaan jiwa kita di sisi Alloh SWT dengan amal sholih dan iman kepada-Nya.

Wallahu A’lam



sumber dari: http://agama.kompasiana.com/

Wednesday, 20 November 2013

~ ibrah al-asr ~







Surah al-Asr mengandungi tiga ayat. Ia tergolong dalam kategori surah Makiyyah dan diturunkan selepas surah al-Inshirah. Hubungan surah ini dengan surah al-Takathur.

Dalam surah al-Takathur disebutkan bahawa mereka suka berbangga-bangga dengan jumlah yang banyak dan dengan apa saja yang dapat melalaikan mereka daripada mentaati Allah SWT.

Dalam surah ini pula disebutkan tabiat manusia yang mendorongnya kepada kebinasaan dan menjerumuskannya ke lembah kehancuran, kecuali orang yang dilindungi oleh Allah SWT dan dihindarkan daripadanya kejahatan hawa nafsunya.

Oleh itu, keterangan ini menjadi sebab turunnya surah al-Takathur. Di samping itu, disebutkan juga orang yang mengikut hawa nafsunya dan telunjuk syaitan sehingga terjerumus ke lembah kebinasaan.

Dalam surah ini juga disebutkan orang yang menghiasi diri mereka dengan tabiat yang baik, beriman kepada Allah SWT dan beramal soleh serta saling menasihati antara saudara-saudaranya agar berpegang teguh dengan tali kebenaran dan sabar menghadapi perkara-perkara yang tidak diinginkan.

Firman Allah SWT yang bermaksud: Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. (al-Asr: 1-2)

Firman Allah SWT: Demi masa.
Al-Maraghi berkata: Allah SWT bersumpah dengan masa kerana di dalamnya terdapat banyak peristiwa dan pelajaran yang dijadikan sebagai petunjuk tentang kekuasaan, ketinggian hikmah dan keluasan ilmu-Nya.

Perhatikan kepada siang dan malam yang silih berganti yang kedua-duanya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT sebagaimana firman-Nya yang bermaksud: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan

Perhatikan juga kesenangan, kesengsaraan, sihat, sakit, kaya, miskin, segar, letih, susah, gembira dan sebagainya yang boleh dijadikan sebagai petunjuk bagi orang yang berfikiran waras bahawa alam ini mempunyai pencipta dan pentadbir.

Dia adalah Allah SWT yang sepatutnya dijadikan tumpuan ibadah dan tempat memohon untuk menghilangkan penderitaan dan mendatangkan kebaikan. Akan tetapi orang kafir selalu menghubungkan peristiwa buruk kepada masa.

Mereka berkata: “Ini salah satu antara malapetaka yang disebabkan oleh masa. Ini adalah bala musibah. Lalu Allah SWT memberikan petunjuk kepada mereka bahawa masa itu termasuk antara makhluk-makhluk-Nya yang di dalamnya (masa) berlaku pelbagai peristiwa baik atau buruk.”

Oleh sebab itu, jika seorang ditimpa musibah maka perkara itu hasil daripada perbuatan tangannya sendiri, bukan disebabkan oleh masa.

Firman Allah SWT: Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian…
Al-Maraghi berkata: “Sesungguhnya makhluk ini benar-benar mengalami penderitaan seperti kerugian dalam amal perbuatannya kecuali orang yang dikecualikan oleh Allah SWT.”


Justeru, amal perbuatan manusia itu yang menjadi punca kesengsaraannya, bukannya masa dan tempat. Amalan itulah yang menjerumuskannya ke lembah kebinasaan sehingga dosa seseorang terhadap Tuhannya yang mengurniakan pelbagai nikmat kepadanya dianggap dosa pelanggaran yang tidak ada tandingannya.



sumber dari: faizsolehan.wordpress.com

Allah SWT bersumpah dengan MASA







DEMI MASA. Satu ingatan yang cukup hebat dari Allah SWT buat makhluk yang bernama MANUSIA. Hanya manusia sahaja yang faham makna MASA dan kepentingan MASA kepada mereka. Mengapa Allah swt bersumpah dengan MASA ? MASA dibicarakan secara serius oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam surah al-Ashr yang HANYA mengandungi  3 ayat.

Subhanallah wa Masya Allah. Jika difahami dan dimengertikan dengan akal juga hati, pasti mengundang ketaqwaan dan tunduk kepada kehebatan Allah SWT yang mencipta MASA. Mari dan cuba hayati serta fikirkan sendiri maksud satu persatu tentang hebatnya rangkai kata kalam Allah SWT buat kita- MANUSIA yang BERFIKIR.





Malahan Allah SWT juga bersumpah dengan nama daripada makhluk-makhluk besar dan hebat ciptaan-Nya yang lain seperti Asy-Syam (Matahari), Adh-Dhuha (cahaya waktu pagi), al-Qamar (Bulan), an-Nahaar (Siang), Al-Lail (Malam), as- Samaa’ (langit), al-Ardh (Bumi), al-Buruj (gugusan bintang)  dan banyak lagi. Kenapa ?

Ya…saya yakin anda tahu sebabnya bukan? Kerana… semua makhluk tersebut sangat relevan dengan MASA.  Hanya Allah SWT sahaja yang mampu mencipta, mengawal peredaran dan perjalanan mereka melalui orbit yang diatur secara SUNATULLAH. Allah SWT mengingatkan kita melalui “mereka” tentang MASA.

MASA adalah makhluk ciptaan Allah yang sangat penting.  “Demi MASA” – satu bentuk sumpah yang mengkagumkan. Allah bersumpah dengan MASA yang melekat kepada kehidupan manusia dan semua makhluk  ciptaannya. Tiada yang terlepas dari MASA.


Terdapat tanggungjawab di dalamnya.  “Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian” – jika kita leka dan terbuai santai oleh warna warni dunia ini tanpa memahami tiap wujudnya kitaran masa disekeliling kita. Penciptaan manusia tidak sia-sia tetapi untuk beribadah dan menuruti perintah Allah SWT, Firman Allah dalam surah adz-Dzariyyat ayat 56.



sumber dari: webctfatimah.wordpress.com

By time





By time

“By time, man is in loss, except those who believe and do good works 
and exhort one another to thruth and to patience.”
[ Surah Al Asr, 103 : 1-3 ]



sumber dari: diahabualie.wordpress.com

Amal-i Saleeh




Amal-i Saleeh is an important concept in Islamic aqeedah. Saleeh can be simply explained as “good” and amal is “works”. In many cases, amal-i saleeh is translated into English as “good deeds” but it is actually a bit problematic, if not short sighted, to claim such correspondence. Because “sawaap” also means every little good action you do in this life. Such actions are considered as good deeds. However, amal-i saleeh has a broader meaning, especially when a soul establishes his projection and reference point towards “afterlife” and seeks the “ridha” of Allah.(j.j)

The term amal-i saleeh can not be understood without fully comprehending the term “ridha” of Allah(j.j). The dictionary reference for ridha is “will” but this explanation is also problematic. Sure, ridha of Allah(j.j) can mean “will of Allah(j.j)” in some contexts, but within the discourse of “amel-i saleeh” ridha means simply “for”, not even “for the sake of”. Because when one says “for the sake of Allah(j.j), an unwanted meaning occurs, as if Allah((j.j) “needs” such an action or awaits such thing. SubhanAllah is exempt from any needs.

Why it matters your reference point when you trying to understand “amal-i saleeh”? Because this term has a very deep meaning than your average spiritual guide’s definition of “good deeds”.

Simply put, an “amal” can never be “saleeh” if it is not done “for” Allah(j.j) only.

You don’t do it to gain a benefit from other humans.

You don’t do it to gain fame or fortune or social acceptance or gratitude or personal ego satisfaction.

A “work” is saleeh only when the doer is seeking the reply, assessment, acknowledge and possible reward only “from” Allah(j.j)

Allah(j.j) can reward such works here in this life or in afterlife, still the doer would not and should not care, he must simply continue doing “good works” since he knows Allah(j.j)  knows everything we do, of our every action, in plain sight or in secret.

Therefore, when one promotes or publicizes his “good deeds”, it is never considered as “amal-i saleeh”. If you seek your reward only from Allah(j.j), don’t let your ego got mix into it.

There are many suras in Holy Quran that appraises saleeh amals, in other words, honest, pure, good works that others can benefit or one’s self can benefit, beneficial in the regards and account of Allah(j.j) only

Sura Al-Asr is one of them:

By (the Token of) Time (through the ages),
Verily Man is in loss,
Except such as have Faith, and do righteous deeds, and (join together) in the mutual teaching of Truth, and of Patience and Constancy. (Al-Asr 103/1-3)









sumber dari: islamoformation.com

The Productive Muslim Wallpaper





http://www.productivemuslim.com/wp-content/uploads/Wallpapers/wallpapers/ProductiveMuslim-Wallpaper-WalAsr-R4-01.jpg




sumber dari: productivemuslim.com

Sunday, 28 July 2013

Time is a creation of Allah





"In the Name of Allah, the Beneficient, the Merciful"
"By Al-Asr (time), Lo! Verily man is in loss, Except those who believe and do righteous good deeds, and recommend one another to the truth"
Al-Asr (Time)


Time is a creation of Allah and one of the miracles of Allah in which he lengthens for some and shortens for some according to His decree and power. It depends upon man in what way he chooses to use his time. There are some who use it in frivolous efforts such as entertainment and sin, and there are some who benefit in good deeds and good talk and abstain from the unnecessary. Whichever way you choose your time, man will die and be resurrected in the same state in which he spends most of his time on earth doing. Example; if a man spends his whole life hoarding money and counting it, he will die in this same state. If a man spends his whole life in the effort of deed (preaching/da'wah), insya Allah he will die in that state. The way we spend our time on earth will determine our state of affairs soon to come in the next life. Therefore, spend time wisely...

The majority of our time should be spent on:
i) Da'wah (Preaching)
ii) Solat and Zikir
iii) Taleem - Teaching and learning religious knowledge
iv) Khidmat - khidmat to oneself, to the Ameer (husband), to other members of jemaat (if in the path of Allah), to all the needy (children, elderly, poor, friends, family etc)

Least time should be spent:
i) Eating & Drinking
ii) Sleeping
iii) Requirements of nature (going to the toilet)
iv) Talking about worldly affairs

What should be avoided:
i) To ask or hint to anyone to fulfill one's needs
ii) To expect or even hope for someone to fulfill one's needs
iii) To use other people's belongings without consent
iv)To avoid extravagance


sumber dari: thoughtsofallah.blogspot.com

Sunday, 2 June 2013

KALIGRAFI SURAT AL-ASHR




KALIGRAFI SURAT AL-ASHR


sumber dari: rahimartco.indonetwork.co.id

Empat Kriteria Orang Yang Tidak Merugi




Demi masa


SEJENAK jika kita mengenang ‘Demi Masa’ tentu akan terbesit dengan salah satu surat di Al-Qur’an yakni surat Al ‘Ashr (Wal Ashri).
Betapa dahsyat surat tersebut jika dalam setiap waktu kita bisa merenungi dari 3 ayat pendek tersebut, mungkin dari sejak kecil kita pun sudah terbiasa untuk menghafalnya yang termasuk bagian dari surat-surat pendek.

Pun demikian banyak dari kehidupan kita ini melewati yang namanya waktu (masa), seiring berganti tahun baru Hijriyah beberapa waktu lalu kita pun banyak yang melewati untuk mensyukurinya terlebih pada momen 10 Muharram yang sangat sarat dengan sejarah.

“Bergantinya hari, bulan, dan tahun tentu membuat umur kita pun semakin berkurang serta ini menjadi pertanda bahwa alam dunia pun akan semakin dekat untuk kita tinggalkan dan kelak kita siap memasuki alam kubur,” begitulah seuntai kata dari sang khatib  saat khutbah Jum’at (9/12) kemarin.
Banyak hal yang disampaikan khatib pada khutbah kali itu menjadi iktibar dan pelajaran, namun ada satu hal yang paling saya ingat yakni penuturan surat Al ‘Ashar di atas.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran”.

Begitulah arti dari surat Al ‘Ashr, namun mari kita lihat secara seksama terjemahan surat di atas karena jika benar apa yang kita lewati saat sia-sia sungguh kita benar-benar telah merugi dalam hidup ini.
Namun, ada empat kriteria manusia yang tidak merugi dari penjelasan ayat tersebut dan ini secara garis besar terlihat pada ilustrasi/gambar di atas dimana tertulis; Beriman, Beramal Shaleh, Kebenaran, dan Kesabaran.

Pertama, disebut dengan Beriman karena ini adalah hal pokok manusia hidup yang merupakan ciptaan Allah SWT, maka wajiblah baginya untuk beriman kepada Allah. Iman pun bukan datang begitu saja, melainkan dibarengi dengan ilmu. Seperti yang tersurat dalam hadis “Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Maka dari itu sudah sepatutnya untuk setiap muslim menuntut ilmu, belajar tentang akidah, ibadah, muamalah dan lainnya. Dalam firman Allah SWT, 

“Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Quran itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” 
(Asy Syuura: 52). 

Sehingga kita bisa menjadi orang yang tidak merugi selamanya.

Kedua, Beramal shaleh ini adalah bagian yang dari mempelajari ilmu. Dimana ilmu yang ada diamalkan, sehingga menjadi amal shaleh dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu tersebut.” 
(HR. Ad Darimi nomor 537 dengan sanad shahih).

Ketiga, Adapun kebenaran dalam hal ini adalah mengatakan yang hak (amar makruf nahi mungkar). Mungkin ini juga sering disebut dengan ajaran atau mengajarkan sesama dalam hal berdakwah. Menyampaikan setiap petunjuk dari apa yang telah Allah sampaikan kepada Malaikat lalu kepada Nabi dan Rasul-NYA.

Allah SWT berfirman dalam surat Fushshilat ayat 33 yang artinya 

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

Dan Rasul pun pernah bersabda, 

“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian, hingga ia senang apabila saudaranya memperoleh sesuatu yang juga ia senangi.” 
(HR. Bukhari). 

Maka, bukanlah hal sepele jika kita telah memiliki sedikit ilmu petunjuk yang benar dari Allah, dengan seyogyanya kita sampaikan pada saudara-saudara kita walaupun itu satu perumpaan satu huruf atau ayat yang kita tahu.

Keempat, Lalu yang terakhir adalah kesabaran dimana ini menjadi kata yang mudah diucapakan namun pada hakikatnya banyak orang yang mengatakan kesabaran mempunyai batas, sungguh menjadi miris saat kita lihat dewasa ini. Dimana sabar menjadi salah satu kriteria bahwa kita bisa menjadi orang-orang yang tidak merugi jika mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) para rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka”. (QS. Al-An’am : 34)

Terakhir, mengutip dari Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah pernah berkata, “Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar”. (Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934)

Semoga petuah singkat untuk menjadi orang-orang beruntung di dunia dan akhirat ini menjadi bagian pengingat kita semua, kelak kita mohon taufiq dan hidayah-NYA agar terus membimbing kita menjadi hamba-hamba yang tidak merugi sepanjang massa. 


sumber dari: aulia87.wordpress.com

Analisa Waktumu : Kunci dari produktif






“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran” (Al – Ashr : 1-3)

Kita semua pernah mendengar tentang mengatur/management waktu dan urgensinya namun jarang kita menemukan sebuah buku atau catatan ringkas bagaimana mengatur waktu. Untuk mengerti bagaimana mengatur waktu, kita harus mengerti apa itu managemet? Berbeda dengan yang masyarakat pikirkan, management waktu adalah bukan masalah mengatur waktumu. Karena, secara teknis kita tidak dapat mengatur sesuatu yang kita tidak memiliki kontrol atasnya. Kita tidak dapat menghentikan, memperlambat atau memperlambat waktu. Sederhananya, management waktu adalah tentang mengatur diri kita agar bisa menggunakan waktu. Sehingga, selanjutnya adalah bagaimana cara melakukannya?
Peter Drucker, mengatakan ada tiga cara dalam memanagement waktu :
1. Analisa waktumu
2. Buang kebutuhan yang tidak produktif
3. Selesaikan sebuah tugas dalam satu waktu
Lalu, ayo kita bahas satu persatu

1. Analisa waktumu
Rekam dan catat untuk apa saja kamu menghabiskan waktumu setidaknya dalam 1 pekan. Betapa kagetnya jika kita tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk hal – hal sia – sia. Ingat, dalam menganalisa, harus dilakukan dengan jujur. Ada dua cara bagaimana merekam waktumu. Pertama, dengan diary yang mencatat apa yang kamu lakukan setiap jam. Kedua, bertanya pada teman atau istri untuk menganalisa waktumu, karena kita cenderung memanipulasi dan membohongi diri kita sendiri ketika kita menganalisa waktu kita.

2. Buang hal – hal yang tidak produktif
Harapannya, setelah menganalisa waktu kita. Kita bisa membuang banyak waktu yang tidak produktif. Misalnya, haruskah kita menghabiskan sejam untuk ngopi di kafe pagi hari. Bisakah diganti dengan membuat kopi sendiri di rumah sambil membuka email yang masuk? Atau perlukah menghabiskan waktu 2 jam untuk menonton televisi dan melihat sosial media atau bisakah kita membuangnya? (INGAT!!! Jangat menghapus waktu untuk Allah. Misalkan untuk menghemat waktu maka tidak sholat berjamaah di Masjid. Ini bukan sesuatu yang tidak produktif. Justru ini adalah sesuatu yang sangat penting yang perlu di jaga. Jadi jangan mengganggu hal – hal yang berkaitan dengan ibadah. Kita benar – benar salah jika tidak memberikan waktu yang cukup untuk ibadah)

3. Tuntaskan tugas atau perkerjaan dalam satu waktu
Bukankah menjengkelkan saat kita sedang berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan yang berat, dan tiba – tiba kita direpotkan lagi oleh telepon atau lainnya. Tips ketiga ini pada dasarnya tentang bahwa kita harus mengalokasikan waktu yang cukup besar. Beberapa orang menyarankan sebanyak 90 menit karena ini waktu maksimal agar kita tetap berkonsentrasi. Namun, perlu di ingat bahwa 90 menit ini adalah 90 menit tanpa gangguan. Ini adalah salah satu teknik bagaimana kita bisa menyelesaikan lebih banyak dengan mengerjakan sedikit hal. Ini karena kita lebih fokus pada satu tugas pada satu waktu. Mengerjakan satu pekerjaan dalam 1 jam akan sama dengan mengerjakan selama 4 jam jika kita diganggu setiap 10 sampai 15 menit. Semoga sedikit tips ini lebih bermanfaat...


sumber dari: indonesian-youth-productive.blogspot.com

surat ringkas namun sangat padat






Mereka menyebutkan bahwa ‘Amr bin al-’Ash pernah diutus untuk menemui Musailamah al-Kadzdzab. Hal itu berlangsung setelah pengutusan Rasulullah dan sebelum dia (‘Amr bin aI-’Ash) masuk Islam. Musailamah al-Kadzdzab bertanya kepada ‘Amr bin aI-’Ash, Apa yang telah diturunkan kepada Sahabatmu ini (Rasulullah) selama ini?” Dia menjawab, “Telah diturunkan kepadanya satu surat ringkas namun sangat padat.” Dia bertanya, “Surat apa itu?’ Dia (‘Amr) menjawab:

Artinya :
“Demi masa,Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Al-Ashr ayat 1-3)

Kemudian Musailamah berpikir  sejenak, setelah itu dia berkata, “Dan telah diturunkan pula hal serupa kepadaku. Kemudian ‘Amr bertanya kepadanya “Apa itu?” Musailamah  menjawab : (Hai kelinci, hai kelinci, sesungguhnya kamu memiliki dua telinga dan satu dada. Dan semua jenismu suka membuat  galian dan lubang).” Kemudian dia bertanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, hai ‘Amr.” Maka ‘Amr berkata kepadanya, “Demi Allah, sesungguhnya aku tahu bahwa engkau telah berdusta.’  

Wabr adalah binatang sejenis kucing, yang anggota badannya yang paling besar adalah kedua telinga dan dadanya, sedangkan anggota tubuh lainnya kurang bagus. Dengan halusinasi itu, Musailamah al-Kadzdzab bermaksud menyusun kalimat yang bertentangan dengan apa yang disampaikan Al-Qur’an.  Namun demikian, hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh seorang penyembah berhala pada saat itu.

Imam Asy-Syafi’i rahimahulullah mengingatkan: “Seandainya manusia mencermati surat ini secara seksama,  niscaya surat ini akan mencukupi mereka..”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al- ‘Ashr berarti masa yang di dalamnya berbagai aktivitas anak cucu Adam berlangsung, baik dalam wujud kebaikan maupun keburukan. Imam Malik meriwayatkan dan Zaid bin Aslam: “Kata al- ‘Ashr berarti shalat ‘Ashar. Dan yang populer adalah pendapat yang pertama. Dengan demikian, Allah Ta’ala telah bersumpah dengan masa tersebut  bahwa manusia itu dalam kerugian, yakni benar-benar merugi dan binasa.

“kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih”
 Dengan demikian Allah memberikan pengecualian dari  itu bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih melalui anggota tubuhnya .

“Dan saling menasehati dalam kebenaran.”
 Yaitu, mewujudkan semua bentuk ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan.

“Dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. “
 Yakni bersabar atas segala macam cobaan, takdir, serta gangguan yang dilancarkan/diujikan  kepada orang-orang yang menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.. 


sumber dari: dulrohman.blogspot.com

Demi masa, sesungguhnya manusia (sebagian besar) berada dalam kerugian






sumber dari: mediakalla.com

Saturday, 17 September 2011

Al-'Asr -raihan



Demi Masa

Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan beramal saleh
Ah...

Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Nasihat kepada kebenaran dan kesabaran
Ah...

( korus 1 )
Gunakan kesempatan yang masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan
Kerna ia takkan kembali

( korus 2 )
Ingat lima perkara, sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua, kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati

Demi masa...
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan...
Yang beriman dan beramal saleh
Ah...

( ulang korus1, korus2 )

Al-'Asr -tafsir

Selalu kita membaca surah Al-‘Asr.

Paling kurang, apabila di hujung majlis, kita ada membaca surah tersebut walaupun ada yang tidak faham mengapa mereka membacanya. Dalam kesempatan kali ini, mari kita memerhati apakah maksud al-’asr yang dinyatakan dalam surah tersebut.

Asas makna al-’asr ini ialah “memerah sesuatu sehingga menitis.” Inilah yang dinyatakan oleh Ibn Faris dalam Mu’jam Maqayis al-Lughah.
Atas dasar itulah, Allah menggunakan perkataan mu’siraat sepertimana tertulis dalam surah an-Naba’ ayat 14 yang bermaksud:

[Dan Kami menurunkan dari awan (mu'siraat) , air hujan yang mencurah-curah.]

Awan ialah mu’siraat yang dikaitkan dengan perkataan al-’asr di mana awan akan ‘diperah‘ bagi menghasilkan hujan yang turun dan dapat kita nikmati dalam kehidupan seharian. Atas roh inilah juga kita memahami al-asr atau masa umur yang Allah kurniakan pada kita. Apa yang perlu kita buat? Kita perlu ‘memerah‘nya sekuat tenaga agar terhasil iman dan amal. Orang yang tidak memerah umurnya akan sentiasa berada dalam kerugian.

Selain itu, Allah menyatakan setelah beriman dan beramal soleh, ia tidak berhenti di situ sahaja. Perlu ada nasihat atas dasar kebenaran dan kesabaran kerana dengan kaedah ini sahajalah, kita akan mampu untuk terus beriman dan beramal. Jika tidak, ia akan mendatangkan kelesuan dan keletihan seterusnya kita gugur dalam lapangan iman amal. Marilah kita sama-sama memerhati makna al-asr yang sebenar-benarnya. Memang ‘amal perlu diusahakan. Ia tidak sepertimana cita-cita kosong (amal – dieja dengan alif mim laam). ‘Amal (dieja ‘ain mim laam) perlu diberi satu tujahan untuk menjadi realiti. Jangan lagi kita menanti dan menunggu, tetapi tujahkan diri kita agar mampu ber’amal dengan sebenarnya.

Al-'Asr -terjemahan

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

  1. وَالْعَصْرِ Demi masa.
  2. إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
  3. إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Laman ini diubah buat kali terakhir pada 11:35, 30 Mei 2011.

  • terma-terma tambahan mungkin terpakai. Lihat Terma-Terma Penggunaan untuk butiran lanjut.
  • Al-'Asr -pengenalan

    Surah Al-‘Asr (سورة العصر) adalah surat ke-103 dari Al Quran.

    Surah ini tergolong surah makkiyah dan terdiri atas 3 ayat. Kata Al 'Ashr bererti waktu/masa dan diambil dari ayat pertama surat ini.

    Isi surat mengabarkan bahawa sesungguhnya semua manusia itu berada dalam keadaan kerugian kecuali dia termasuk mereka yang selalu beramal soleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.




    Laman ini diubah buat kali terakhir pada 11:35, 30 Mei 2011.

  • terma-terma tambahan mungkin terpakai. Lihat Terma-Terma Penggunaan untuk butiran lanjut.