Showing posts with label Al-Baiyinah. Show all posts
Showing posts with label Al-Baiyinah. Show all posts
Wednesday, 4 June 2014
When I have Allah; I have everything
Benefits of each surahs in Quran:-
Chapter 91: Surah Ash Shams
By reciting this Surah daily, it will increase your livelihood and people will always be in agreement with you. Your heart will be strong and you will have good memory.
Chapter 92: Surah Wal Layl
Recite this Surah 15 times before sleeping and see only good dreams. And if you recite this Surah in the ear of a person who is unconscious or suffering form epilepsy, he will be cured.
Chapter 93: Surah Wad Duha
Write this Surah over the name of a person who has disappeared, he will come back. If you have forgotten anything, recite this Surah and the thing will remain in Allah (SWT)'s protection.
Chapter 94: Surah Al Inshirah
Cure chest pains by reciting this Surah and wear an amulet for palpitations. If a person whose
urine has stopped, write this Surah, soak it in water and then drink it, it will cure the ailment,.
Chapter 95: Surah Wat Teen
Poison will not affect the person who recites on his food
Chapter 96: Surah Al Alaq
Recite this Surah for safe travel, from drowning, safekeeping treasures. Recite this Surah in the
day or at night and if you die in the course of it, you will die a martyr's death.
Chapter 97: Surah Al Qadr
i) Recite 10 times in one sitting, 1000 sins are forgiven.
ii) Recite 15 times after Isha prayers, you'll be safe until the next night.
iii) Recite this Surah in wajib prayer, all your sins will be forgiven.
iv) Recite this Surah once in Ramadhan and get the reward of fasting for the whole month.
v) Recite this Surah in front of your employer, your work will be done.
vi) Recited 7 times on a mu'mins grave, his sins are forgiven.
Chapter 98: Surah Al Bayyinah
Hang around the neck for cure of jaundice/white spots on body. Soak the Surah in water, drink
and pregnancy stays safe and body swellings disappear. Recite it on food there will be no effect of
poison.
Chapter 99: Surah Az Zilzaal
Recite this Surah to keep you safe from earthquakes and accidental deaths and you will die peaceful
and enter heaven. Whoever has been afflicted with facial paralysis should look at this Surah to get
cured.
Chapter 100: Surah Al A'adiyat
Regular recitation of this Surah will be rewarded equally to the whole Qur'an. Your debts will be
paid and you will be free from fears. If you are in pain, write this Surah in a new utensil and soak it
with rainwater, then add a pinch of Sugar. Drink this water for the pain to subside.
sumber dari: facebook.com/
Sunday, 2 March 2014
sebaik-baik manusia
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih merekalah sebaik-baik manusia". (Al Bayyinah : 7)
“Sesungguhnya, diantara kamu yang paling saya sukai, dan yang paling dekat tempatnya denganku (Nabi SAW) pada hari kiamat nanti, adalah mereka yang paling baik akhlaknya.” (H.R. Ahmad, Tabrani, Ibn Habban)
"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya."(H.R.Ahmad)
"Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya (istrinya) dan aku (Nabi SAW) adalah sebaik-baik kalian bagi keluargaku" (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lemah lembut terhadap keluarganya.” (HR Bukhari Muslim)
“Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (H.R Bukhari)
Dari Abdullah bin Mas'ud ra, beliau berkata:
"Aku bertanya kepada Rasulullah saw, amal apakah yang paling utama?
Nabi menjawab: "Shalat tepat pada waktunya."
Aku bertanya lagi, lalu apa?
Nabi menjawab: "Berbuat baik terhadap kedua orangtua."
Aku bertanya lagi, kemudian apa?
Nabi menjawab: "Jihad fi sabilillah." (HR Bukhari dan Muslim).
Abu Hurairah ra meriwayatkan, ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw: “Amal apakah yang paling utama?
Nabi menjawab: "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya."
Ditanyakan lagi, lalu apa?
Nabi menjawab: "Jihad di jalan Allah."
Ditanyakan lagi, lalu apa lagi?
Nabi menjawab: "Haji mabrur." (HR Bukhari dan Muslim)
"Puasa (sunnah) yang paling utama adalah puasa nabi Daud, yaitu berpuasa satu hari dan berbuka satu hari".(Tirmidzi dan An Nasai)
"Shadaqah yang paling utama adalah shadaqah bagi sanak keluarga yang membenci kita." ( Ahmad dan Thabrani)
"Syuhada yang paling utama adalah yang darahnya ditumpahkan musuh, dan kendaraannya dirusak musuh"(Thabrani).
"Dzikir yang paling utama adalah: la ilaha illah Allah, dan doanya yang paling utama adalah: alhamdulillah." (Tirmidzi, An Nasai, dan Ibnu Majah)
"Jihad yang paling utama adalah membela kebenaran di hadapan penguasa yang lalim." (Ibnu Majah, Ahmad dan Thabrani)
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Tirmidzi)
”Perumpamaan mukmin itu seperti lebah. Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak.” (HR. Thabrany)
“Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu.” (HR. Ath-Thabrani)
عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « المؤمن يألف ويؤلف ، ولا خير فيمن لا يألف ، ولا يؤلف، وخير الناس أنفعهم للناس »
Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)
Hadits ini dishahihkan oleh al Albani didalam “ash Shahihah” nya.
عن ابن عمر ، أن رجلا جاء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : يا رسول الله أي الناس أحب إلى الله ؟ وأي الأعمال أحب إلى الله عز وجل ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس ، وأحب الأعمال إلى الله سرور تدخله على مسلم ، أو تكشف عنه كربة ، أو تقضي عنه دينا ، أو تطرد عنه جوعا ، ولأن أمشي مع أخ لي في حاجة أحب إلي من أن أعتكف في هذا المسجد ، يعني مسجد المدينة ، شهرا ، ومن كف غضبه ستر الله عورته ، ومن كظم غيظه ، ولو شاء أن يمضيه أمضاه ، ملأ الله عز وجل قلبه أمنا يوم القيامة ، ومن مشى مع أخيه في حاجة حتى أثبتها له أثبت الله عز وجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام »
Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)
Hadits ini dihasankan oleh Syeikh al Albani didalam kitab “at Targhib wa at Tarhib” (2623)
sumber dari: http://jalan-jalan-ke-syurga.blogspot.com/
The Power of Ikhlas
“Padahal, mereka tidaklah disuruh melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama untuk-Nya dalam menjalankan ajaran yang lurus, mendirikan sholat dan menunaikan zakat. Demikian itulah agama yang lurus.”. Q.S. al-Bayyinah/98: 5.
“Berdoalah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama/amal untuk-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai.”. Q.S. Ghafir: 14.
Ikhlas mudah diucapkan tapi tidak gampang untuk dilakukan. Betapa banyak orang bederma tapi sia-sia, mengajar, menulis, berkarya dan berjuang tapi tak bermakna, karena ikhlas tidak ada dalam hati mereka. Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah dijelaskan bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah:
1. Seorang lelaki yang telah berjuang demi mencari mati syahid. Dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Aku berperang di jalan-Mu sampai aku menemui mati syahid.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sebenarnya kamu berperang agar disebut-sebut sebagai pemberani, dan sebutan itu telah kamu peroleh di dunia.
” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.
2. Seorang lelaki yang menimba ilmu dan mengajarkannya serta pandai membaca/menghafal al-Qur’an. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Aku menimba ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca/menghafal al-Qur’an di jalan-Mu.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sebenarnya kamu menimba ilmu agar disebut-sebut sebagai orang alim, dan kamu membaca al-Qur’an agar disebut sebagai qari’. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.
3. Seorang lelaki yang diberi kelapangan oleh Allah serta mendapatkan karunia berupa segala macam bentuk harta. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, “Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?”. Dia menjawab, “Tidak ada satupun kesempatan yang Engkau cintai agar hamba-Mu berinfak padanya melainkan aku telah berinfak padanya untuk mencari ridha-Mu.” Allah menimpali jawabannya, “Kamu dusta. Sesungguhnya kamu berinfak hanya demi mendapatkan sebutan sebagai orang yang dermawan. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka.” (H.R. Muslim [1903], lihat Syarh Muslim [6/529-530])
Betapa ikhlas menentukan seseorang apakah akan dicampakkan ke dalam api neraka atau dimasukkan ke dalam surga. Bentuk amalnya sama, tampak dipermukaan dia berjuang, bershadaqah, beramal shalih. Tetapi akibatnya bisa berbeda. Bila amal shalih dibarengi ikhlas, maka akan mengantarkan seseorang mendapatkan nikmat surga. Sementara amal shalih tanpa ikhlas, akan mencampakkannya ke dalam siksa yang pedih. Keikhlasan oleh karenanya sangat menentukan baik buruknya kehidupan kita.
sumber dari: http://khazanahislamiyah.blogspot.com/
Monday, 6 January 2014
Saturday, 7 September 2013
ridha terhadap-Nya
Allah Swt. berfirman,“Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya.” (Q.S. Al-Maidah: 119, lihat pula At-Taubah: 100, Al-Mujadilah: 22 dan Al-Bayyinah: 8).
Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia mencobanya. Jika hamba itu sabar, Allah memilihnya, dan bila ridha Dia mengutusnya.”
Beliau juga bersabda, “Sembahlah Allah dengan (penuh) ridha. Jika kamu tidak bisa, maka dalam kesabaran terhadap apa yang tidak kamu inginkan terdapat kebaikan (pahala) yang banyak.”
Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada sekelompok kaum,
“Apa (identitas) kalian?”
“Kami adalah kaum Mukmin,” jawab mereka.
“Apa tanda-tanda keimanan kalian?” tanya Rasulullah.
“Kami bersabar atas bencana (kesusahan) dan kami bersyukur ketika lapang (kelapangan hidup), serta kami ridha dengan posisi-posisi qadha’ (ketentuan-ketentuan Allah),” jawab mereka.
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian adalah orang-orang Mukmin, demi Tuhan (Pemilik) Ka’bah.”
Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada sekelompok kaum,
“Apa (identitas) kalian?”
“Kami adalah kaum Mukmin,” jawab mereka.
“Apa tanda-tanda keimanan kalian?” tanya Rasulullah.
“Kami bersabar atas bencana (kesusahan) dan kami bersyukur ketika lapang (kelapangan hidup), serta kami ridha dengan posisi-posisi qadha’ (ketentuan-ketentuan Allah),” jawab mereka.
Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Kalian adalah orang-orang Mukmin, demi Tuhan (Pemilik) Ka’bah.”
sumber dari: lilcom.wordpress.com
Thursday, 29 August 2013
Sourate 98 : La preuve (Al-Bayyinah)
1.
Les infidèles parmi les gens du Livre, ainsi que les Associateurs, ne cesseront pas de mécroire jusqu'à ce que leur vienne la Preuve évidente :
Lam yakuni allatheena kafaroo min ahlialkitabi waalmushrikeena munfakkeena hattata/tiyahumu albayyinatu
2.
un Messager, de la part de Dieu, qui leur récite des feuilles purifiées,
Rasoolun mina Allahi yatloo suhufanmutahharatan
3.
dans lesquelles se trouvent des prescriptions d'une rectitude parfaite.
Feeha kutubun qayyimatun
4.
Et ceux à qui le Livre a été donné ne se sont divisés qu'après que la preuve leur fut venue.
Wama tafarraqa allatheena ootooalkitaba illa min baAAdi ma jaat-humualbayyinatu
5.
Il ne leur a été commandé, cependant, que d'adorer Dieu, Lui vouant un culte exclusif, d'accomplir la Salat et d'acquitter la Zakat. Et voilà la religion de droiture.
Wama omiroo illa liyaAAbudooAllaha mukhliseena lahu alddeena hunafaawayuqeemoo alssalata wayu/too alzzakatawathalika deenu alqayyimati
Les infidèles parmi les gens du Livre, ainsi que les Associateurs, ne cesseront pas de mécroire jusqu'à ce que leur vienne la Preuve évidente :
Lam yakuni allatheena kafaroo min ahlialkitabi waalmushrikeena munfakkeena hattata/tiyahumu albayyinatu
2.
un Messager, de la part de Dieu, qui leur récite des feuilles purifiées,
Rasoolun mina Allahi yatloo suhufanmutahharatan
3.
dans lesquelles se trouvent des prescriptions d'une rectitude parfaite.
Feeha kutubun qayyimatun
4.
Et ceux à qui le Livre a été donné ne se sont divisés qu'après que la preuve leur fut venue.
Wama tafarraqa allatheena ootooalkitaba illa min baAAdi ma jaat-humualbayyinatu
5.
Il ne leur a été commandé, cependant, que d'adorer Dieu, Lui vouant un culte exclusif, d'accomplir la Salat et d'acquitter la Zakat. Et voilà la religion de droiture.
Wama omiroo illa liyaAAbudooAllaha mukhliseena lahu alddeena hunafaawayuqeemoo alssalata wayu/too alzzakatawathalika deenu alqayyimati
6.
Les infidèles parmi les gens du Livre, ainsi que les Associateurs iront au feu de l'Enfer, pour y demeurer éternellement.De toute la création, ce sont eux les pires.
Inna allatheena kafaroo min ahli alkitabiwaalmushrikeena fee nari jahannama khalideenafeeha ola-ika hum sharru albariyyati
Les infidèles parmi les gens du Livre, ainsi que les Associateurs iront au feu de l'Enfer, pour y demeurer éternellement.De toute la création, ce sont eux les pires.
Inna allatheena kafaroo min ahli alkitabiwaalmushrikeena fee nari jahannama khalideenafeeha ola-ika hum sharru albariyyati
7.
Quant à ceux qui croient et accomplissent les bonnes oeuvres, ce sont les meilleurs de toute la création.
Inna allatheena amanoowaAAamiloo alssalihati ola-ika humkhayru albariyyati
8.
Leur récompense auprès de Dieu sera les Jardins de séjour, sous lesquels coulent les ruisseaux, pour y demeurer éternellement. Dieu les agrée et ils L'agréent. Telle sera [la récompense] de celui qui craint son Seigneur.
Jazaohum AAinda rabbihim jannatuAAadnin tajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha abadan radiya Allahu AAanhum waradooAAanhu thalika liman khashiya rabbahu
Quant à ceux qui croient et accomplissent les bonnes oeuvres, ce sont les meilleurs de toute la création.
Inna allatheena amanoowaAAamiloo alssalihati ola-ika humkhayru albariyyati
8.
Leur récompense auprès de Dieu sera les Jardins de séjour, sous lesquels coulent les ruisseaux, pour y demeurer éternellement. Dieu les agrée et ils L'agréent. Telle sera [la récompense] de celui qui craint son Seigneur.
Jazaohum AAinda rabbihim jannatuAAadnin tajree min tahtiha al-anharu khalideenafeeha abadan radiya Allahu AAanhum waradooAAanhu thalika liman khashiya rabbahu
sumber dari: x-le-saint-coran-x.skyrock.com
Monday, 3 June 2013
TAFSIR SURAT AL-BAYYINAH oleh Imam Ibnu Katsir
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik dia berkata: Rasulullah bersabda kepada Ubay bin Ka'ab: “Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan kepadamu, Lam Yakuniladzi..... Ubay bertanya, Dia menyebut namaku kepadamu?' Beliau menjawab", 'Ya,’ maka Ubay pun menangis.[2] Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan an-Nasa-i.
1.Orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
2.(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur’an),
3.di dalamnya terdapat (isi) Kitab-Kitab yang lurus,
4.Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5.Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah [98]: 1-5)
Adapun Ahlul Kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dan yang dimaksud dengan orang-orang musyrik adalah para penyembah berhala dan api, baik dari masyarakat Arab maupun non Arab. Mujahid mengatakan bahwa mereka "Tidak akan meninggalkan." Artinya, mereka tidak akan berhenti sehingga kebenaran tampak jelas di hadapan mereka. Demikian itu pula yang dikemukakan oleh Qatadah.
"Sehingga datang kepada mereka bukti yang nyata." Yaitu, al-Qur’an ini. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: "Orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata."
Kemudian Allah Ta'ala menafsirkan bukti tersebut melalui firman-Nya: "Yaitu seorang Rasid dari Allah yang membacakan lembaran yang disucikan (al-Qur’an)." Yakni, Muhammad dan al-Qur’an al-'Azhim yang beliau bacakan, yang sudah tertulis di Mala-ul Ala di dalam lembaran-lembaran yang dicucikan.
Dan firman Allah Ta'ala: "Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-Kitab yang lurus." Ibnu Jarir mengatkan: "Yakni di dalam lembaran-lembaran yang disucikan itu terdapat kandungan Kitab-Kitab dari Allah yang sangat tegak, adil, dan lurus, tanpa adanya kesalahan sedikit pun, karena ia berasal dari Allah
Firman Allah Ta'ala: “Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan al-Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata." Yang demikian itu seperti firman Allah lainnya:
"Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat," (QS. Ali 'Imran: 105).
Yang dimaksudkan dengan hal tersebut adalah orang-orang yang menerima Kitab-Kitab yang diturunkan kepada ummat-ummat sebelum kita, di mana setelah Allah memberikan hujjah dan bukti kepada mereka, mereka malah berpecah belah dan berselisih mengenai apa yang dikehendaki Allah dari Kitab-Kitab mereka. Mereka mengalami banyak perselisihan.
Dan firman Allah Ta'ala: ''Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya beribadah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama .
"Yang lurus," Yakni yang melepaskan kemusyrikan menuju kepada tauhid. Dan pembahasan tentang kata hanif ini telah diberikan sebelumnya dalam surat al-An'aam, sehingga tidak perlu diulang kembali di sini. "Dan supaya mereka mendirikan shalat," yang merupakan ibadah jasmani yang paling mulia. "Dan menunaikan zakat," yaitu berbuat baik kegada kaum fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. "Dan yang demikian itulah agama yang lurus." Yakni agama yang berdiri tegak lagi adil, atau ummat yang lurus dan tidak menyimpang. Dan banyak imam, seperti az-Zuhri dan asy-Syafi'i yang menggunakan ayat mulia ini sebagai dalil bahwa amal perbuatan itu masuk dalam keimanan.
6.Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makbluk.
7.Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8.Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah Surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb-nya. (QS. Al-Bayyinah [98]: 6-8)
Allah Ta'ala mengabarkan tentang tempat kembali orang-orang jahat dari orang-orang kafir Ahlul Kitab dan juga orang-orang musyrik yang menolak Kitab-Kitab Allah yang diturunkan serta menentang Nabi-Nabi Allah yang diutus, bahwa pada hari Kiamat kelak tempat mereka adalah Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya, yakni tidak akan pindah dari Neraka itu untuk selamanya.
"Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." Yakni seburuk-buruk makhluk yang diciptakan dan diadakan oleh Allah. Kemudian Allah Ta'ala menceritakan tentang keadaan orang-orang yang berbuat baik, yaitu yang beriman dengan sepenuh hati dan mengerjakan amal shalih dengan badan mereka bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk.
Abu Hurairah dan sejumlah ulama telah menjadikan ayat ini sebagai dalil pengutamaan orang-orang mukmin atas para Malaikat. Hal Itu didasarkan pada firman-Nya. " Mereka itu adalah sebaik-baik makhluk."
Kemudian Allah Ta'ala berfirman, "Balasan mereka di sisi Rabb mereka," yakni pada hari Kiamat kelak:
"Adalah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya." Yakni tidak akan pernah terputus dan tidak juga berakhir.
"Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya." Dan posisi keridhaan-Nya atas mereka lebih tinggi daripada berbagai kenikmatan yang diberikan kepada mereka. "dan mereka pun ridha kepada-Nya,” dari apa yang telah Dia berikan kepada mereka berupa anugerah yang sangat luas.
Dan firman Allah Ta'ala, "Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabb- nya." Yakni balasan ini akan diberikan kepada orang-orang yang takut dan bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa serta beribadah kepada-Nya seakan-akan dia melihat-Nya, dan dia juga mengetahui kalau memang dia tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatnya.
2.Di antara maksud dari hal itu bahwa yang Sunnah untuk diikuti sampai sekarang ini adalah pendengaran seorang penuntut ilmu kepada syaikhnva, tara cara pelaksanaannya sehingga terlontar dari mulur syaikhnya panjang dan pendek waktu serta yang lainnya.
Sumber: www.ibnumajjah.wordpress.com
Ahli Kitab Berpecah Menghadapi Muhammad SAW Sedangkan Ajarannya Benar
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
1. Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang Musyrik tidak akan meninggalkan (agama mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
2. (Iaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang suci (Al Qur’an),
3. Di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar). (1)
4. Dan tidaklah terpecah-belah orang-orang Al Kitab melainkan setelah datang kepada mereka bukti yang nyata.
5. Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaatiNya semata-mata kerana (menjalankan) agama, (2) dan juga agar melaksanakan solat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
6. Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang Musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk.
7. Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ’Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah redha terhadap mereka dan merekapun redha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Catatan
Surah Al-Baiyinah (سورة البينة) adalah surah ke-98 dalam Al Quran. Surah Al Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan Surah Madaniyah, diturunkan sesudah Surah At-Talaq. Dinamai Al Baiyinah (bukti yang nyata) diambil dari perkataan Al Baiyinah yang terdapat pada ayat pertama Surah ini.
Isi Kandungan
Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahawa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan. Namun itu dan setelah Nabi Muhammad SAW datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar iaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat.
Dalam Surah ini Allah menerangkan bahawa ajaran Muhammad SAW adalah ajaran yang benar dan agama yang dibawanya adalah agama yang lurus yang mencakup pokok-pokok ajaran yang dibawa nabi-nabi yang dahulu.
Hubungan Surah Al Bayyinah Dengan Surah Al-Zalzalah
Pada Surah Al Bayyinah diterangkan orang yang akan mendapat balasan yang baik dan orang yang akan mendapat siksa, sedang Surah Az Zalzalah menerangkan masa datangnya balasan itu.
sumber dari: alqurans.blogspot.com
Ustaz Azhar Idrus -Kitab Penawar Bagi Hati
Dan demikian pula di antara manusia dan binatang-binatang yang melata serta binatang-binatang ternak, ada yang berlainan jenis dan warnanya? Sebenarnya yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun.
(Fatir:28)
-
-iaitu berase susah hati atau gerun-ada dua perkara,yg pertama takut sebab dosa dan dan yg ke2 takut sebab kenal Allah.maka yg ke2 lebih afdal..tapi jgn jadi yg ke3,iaitu takut pun tak,kenal pun tak.moga kita jadi dikalangan org yg ke2.
-takut juga pada Allah azab..bila nak buat dosa,terpikir akan azab2 Allah yg dasyat..
-sape yg takut dgn dosa yg dilakukan,dia masih sempurna..dan sebaliknya..-lebih byk kita kenal Allah,kita akan ajdi lebih takut..-tidak dikatakan alim ulamak jika tidak ada perasaan takut pada Allah..
-cinta pada bunga,bunga akan layu.. cinta pada manusia,manusia akan mati..tapi cinta pada Allah adalah cinta yang kekal abadi.
-nak cari dunia tak salah,tapi jangan kejar,jangan tamak.-kejarlah akhirat, pasti dunia mengiringi...
Kamu telah dilalaikan (daripada mengerjakan amal bakti) oleh perbuatan berlumba-lumba untuk mendapat dengan sebanyak-banyaknya (harta benda, anak-pinak pangkat dan pengaruh)
(At-Takaathur:1)
-Sabda Rasulullah SAW
"Dunia ini ibarat bangkai..hanya anjing sahaja yang akan merebut bangkai."
-telah menghimpun akan Allah 4 perkara bagi sekalian yg takut akan Allah:-
1-petunjuk-bila tak ada petunjuk manusia boleh jd sesat,atau tak tau nak pergi mane2.-ramai yg dpt petunjuk,tapi tak dpt pertolongan.
Dan apabila kemarahan Nabi Musa itu reda, dia pun mengambil Lauh-lauh Taurat itu yang dalam naskhahnya terkandung petunjuk dan rahmat, bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh takut kepada Tuhan mereka (daripada melanggar perintahNya).
(al-araf:154)
2-rohmat(kasih sayang Allah)-tak sama dgn nikmat-nikmat ialah yg dpt memberi guna pda kita.contoh kereta..ramai yg dpt nikmat dari Allah,tapi xdpt rahmat..
3-ilmu pengetahuan:-semakin bertambah ilmu,semakin kita takut pada Nya..itu lah ilmu yg perlu di cari..-(Allah yang menyatakan itu) Dia lah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad, s.a.w) dengan membawa hidayah petunjuk dan ugama yang benar (ugama Islam), supaya Dia memenangkannya dan meninggikannya atas segala bawaan ugama yang lain; dan cukuplah Allah menjadi Saksi (tentang kebenaran apa yang dibawa oleh RasulNya itu).
4-redha-"Balasan mereka di sisi Tuhannya ialah syurga Adn (tempat tinggal yang tetap), yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; kekallah mereka di dalamnya selama-lamanya; Allah reda akan mereka dan merekapun reda (serta bersyukur) akan nikmat pemberianNya. Balasan yang demikian itu untuk orang-orang yang takut (melanggar perintah) Tuhannya"
(al-baiyinah:8)
soal jawab
1.tanam mayat waktu malam-hukum asalnya makruh..tapi berubah jadi harus disebabkan kebetula.contoh:-mandi,kafan,solat dari pukul 6 shingga siap pkul 8..tanam pkul 8,harus..tapi tak boleh sngja lwat2 kan.
2.download gmbar ulamak,pastu jual-tak boleh,kena minta izin dahulu.
3.baru sahaja kahwin,tapi suami meniggal(tak sempat jimak)-edahnya tetap kematian suami,iaitu 4bulan 10 hari..
4.boleh makan ikan jerung,sebab ia tidak memudaratkan kesihatan.kalau ikan buntal tak boleh..ada racun.
5.bila kematian suami,isteri wajib berkabung-tak boleh berhias,berwangi2an,pakai barang kemas.samada diluar rumah,atau diluar rumah..
wallahualam..
sumber dari: akhiakmal.blogspot.com
Monday, 14 November 2011
ikhlas dalam surah Al-Baiyinah

Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Seorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas. Katakanlah:
“Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Al-An’am: 162).
Surat Al-Bayyinah ayat 5 menyatakan,
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”
Rasulullah saw. bersabda,
“Ikhlaslah dalam beragama; cukup bagimu amal yang sedikit.”
Tatkala Jibril bertanya tentang ikhlas, Rasul saw. berkata,
“Engkau beribadah kepada Allah seolah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”
Rasulullah saw. bersabda,
“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap redha-Nya.”
Imam Syafi’i pernah memberi nasihat kepada seorang temannya,
“Wahai Abu Musa, jika engkau berijtihad dengan sebenar-benar kesungguhan untuk membuat seluruh manusia redha (suka), maka itu tidak akan terjadi. Jika demikian, maka ikhlaskan amalmu dan niatmu karena Allah Azza wa Jalla.”
Kerana itu tak hairan jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini,
“Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.” Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”
kelebihan surah Al-Baiyinah
"Wahai Tuhan kami, kami lah menzalimi diri kami sendiri, dan kalau Engkau tidak mengampunkan dosa dosa kami dan memberi rahmat kepada kami, nescaya menjadilah kami dari orang-orang yang rugi".
Surah al-Bayyinah yang bererti bukti yang nyata adalah surah yang ke-98 di dalam al-quran, mengandungi 8 ayat, ia dinamakan Surah al-Bayyinah kerana menegaskan bahawa Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, membawa ajaran islam yang benar dan menjadi bukti yang nyata terutama terhadap orang orang kafir ahli kitab yakni yahudi dan nasrani.
Banyak fadhilat dan juga faedah yang kita boleh ambil darinya, antaranya:
Menurut sebuah Hadis Rasulullah SAW menceritakan:
" Sesungguhnya Allah SWT setelah mendengar orang yang membaca Surah al-Bayyinah ini lalu berfirman kepada pembacanya: "Bergembiralah kamu hai hambaku, dengan kemuliaanku, aku tidak akan melupaimu dalam setiap gerak tingkah lakumu di dunia dan juga di akhirat dan akan aku tempatkan kamu di dalam syurgaku atas keredhaanmu...
Al-Baiyinah -terjemahan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ [98.1]
Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahawa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,
رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً 98.2]
(iaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lemnbaran yang disucikan (Al-Quran)
فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ [98.3]
di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus.
وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ [98.4]
Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ [98.5]
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ [98.6]
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ [98.7]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ [98.8] Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Laman ini diubah buat kali terakhir pada 12:20, 1 September 2011.
Al-Baiyinah -pengenalan
Surah Al-Baiyinah (سورة البينة) adalah surah ke-98 dalam Al Quran. Surat Al Bayyinah terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyah, diturunkan sesudah Surah At-Talaq. Dinamai Al Baiyinah (bukti yang nyata) diambil dari perkataan Al Baiyinah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pernyataan dari ahli Kitab dan orang-orang musyrik bahawa mereka akan tetap dalam agamanya masing-masing sampai datang nabi yang telah dijanjikan oleh Tuhan.
Setelah Nabi Muhammad s.a.w. datang, mereka terpecah belah, ada yang beriman dan ada yang tidak, padahal Nabi yang datang itu sifat-sifatnya sesuai dengan sifat-sifat yang mereka kenal pada kitab-kitab mereka dan membawa ajaran yang benar yaitu ikhlas dalam beribadah, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat.
Dalam surat ini Allah menerangkan bahawa ajaran Muhammad s.a.w. adalah ajaran yang benar dan agama yang dibawanya adalah agama yang lurus yang mencakup ajaran utama yang dibawa nabi-nabi yang dahulu.
Laman ini diubah buat kali terakhir pada 12:20, 1 September 2011.
Subscribe to:
Posts (Atom)







