Saturday, 31 December 2011

'Abasa -terjemahan 1 - 16

surat abasa


1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2. Karena Telah datang seorang buta kepadanya.
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)
4. Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup,
6. Maka kamu melayaninya.
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman).
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), 9. Sedang ia takut kepada (Allah),
10. Maka kamu mengabaikannya.
11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan,
12. Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya,
13. Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,
14. Yang ditinggikan lagi disucikan,
15. Di tangan para penulis (malaikat),
16. Yang mulia lagi berbakti.

'Abasa -pengenalan



Surah 'Abasa (Arab: سورة عبس‎) ialah surah ke-80 dalam al-Quran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan 'Abasa yang diambil dari kata 'Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah s.a.w. menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam. Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah s.a.w. membacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran yang telah diturunkan Allah. Tetapi Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.


Isi kandungan

  • Dalil-dalil keesaan Allah

  • Keadaan manusia pada hari kiamat

  • Dalam berdakwah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi dakwah

  • Cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.
  • At-Takwiir -hari akhirat

    Hari akhirat ialah hari dimana semua manusia dibangkitkan semula selepas mati dan dihimpunkan di suatu tempat yang dipanggil "Padang Mahsyar" untuk mengahadapi perbicaraan atau timbangan amalan yang dikerjakan semasa hidup di dunia dahulu dan seterusnya ditentukan samada ia menjadi penghuni syurga atau penghuni neraka. Dasar akidah ini amat penting dihayati kerana ia dapat membimbing kehidupan kita di jalan yang diredhai Allah.





    Di zaman moden yang serba mencabar perilaku dikalangan sesetengah umat islam jauh terkeluar daripada syariat islam. Diantaranya ada yang mengutamakan dunia dan tidak pedulikan nasib di akhirat. Demi keseronokkan dunia, nafsu syahwat dipertuhankan. Ada yang secara terang melakukan kezaliman, penyelewengan, pecah amanah, penipuan dan sebagainya. Ajaran dan panduan syariat tidak dijadikan pegangan dan amalan dalam kegiatan harian. Fenomena kerosakan akhlak di pelbagai peringkat masyarakat seperti penagihan dadah, arak, judi, zina, pergaulan bebas, hiburan liar dan sebagainya didapati meningkat dari masa kesemasa. Keadaan ini terjadi sesungguhnya kerana keyakinan dan pegangan kepada dasar akidah tentang kehidupan akhirat dikalangan kita tidak diutamakan.
    Terdapat banyak sekali gambaran-gambaran yang disebut oleh Allah Taala didalam Al-Quran tentang dahsyatnya suasana apabila terjadi hari kiamat nanti. Al-Quran secara jelas dan tegas mewajibkan kita meyakini bahawa hari kiamat pasti dan tetap akan berlaku walaupun tidak diketahui bilakah masa dan ketikannya.
    Kedahsyatan yang digambarkan sangatlah menggerunkan sehingga menjadikan seseorang kelihatan terpingga-pingga dan kebingungan. Ada yang kelihatan seperti orang mabuk walaupun sebenarnya Mereka bukanlah mabuk. Ibu-ibu yang sedang menggendong pula akan terus keguguran kerana ketakutan. Begitu juga anak-anak yang sedang menyusu akan tercampak dari pelukan ibunya dan dilupakan begitu sahaja oleh ibunya. Banyak lagi peristiwa dahsyat yang lain yang digambarkan oleh Allah S.W.T untuk renungan kita diantaranya melalui Surah At-takwir ayat 1-3:
     " Apabila matahari dilingkari cahayanya ( dan hilang lenyap ), apabila bintang-bintang gugur berselerakan dan apabila gunung-ganang diterbangkan ke angkasa ( setelah dihancurkan menjadi debu ). "

    Digambarkan juga suasana yang hiruk-pikuk dan kucar-kacir yang menyelubungi manusia ketika berada "dibumi al-mahsyar " yang masing-masing sibuk dengan hal masing-masing. Ada yang berjalan seperti biasa dan ada yang berjalan dalam keadaan terbalik dengan kepala di bawah dan kaki ke atas, ada yang merangkak-rangkak dan bermacam-macam lagi dalam suasana panas cahaya matahari yang berada hanya sejengkal di atas kepala manusia pada masa itu. Ada sesetengah manusia ditenggelami dengan peluh yang banyak dan berbau busuk, bergantung kepada tahap amalan masing-masing.

    Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Ibni Ammar Radiallahuanhuma bahwa Rasul Allah S.A.W memberitahu yang manusia akan dibangkitkan kembali untuk bertemu dengan Allah pada hari kiamat sebagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan dari perut ibunya telanjang bulat. Siti Aisyah Radiallahuanha bertanya: Lelaki dan perempuan berkumpul sama ya Rasul Allah?. Jawab Rasul Allah S.A.W: Ya!. Siti Aisyah berkata: Alangkah malunya, kemaluanku dapat dilihat setengah daripada setengah yang lain. Rasul Allah S.A.W menepuk bahu Aisyah dengan bersabda: Kesibukkan manusia pada saat itu tidak memungkinkan akan melihat itu, kebanyakkan pandangan mereka pada saat itu mengarah ke langit, berdiri selama empat puluh tahun tidak makan dan tidak minum, ada yang berpeluh sampai ke tumit, betis, perut dan ke mulut kerana lamanya berdiri. Kemudian berdiri para malaikat mengelilingi Arash lalu Allah menyuruh menyeru NAMA fulan bin fulan. Maka semua yang hadir melihat orang yang dipanggil untuk mengadap Allah S.W.T dan apabila ia sudah mengadap Allah, lalu dipanggil orang-orang yang pernah dianiaya dan dizaliminya untuk diberikan kebaikannya kepada orang tersebut kerana pada saat tersebut tidak ada pembayaran dengan emas atau perak. Semua orang yang pernah dianiaya dan dizalimi menagih kebaikan darinya sehingga habis kebaikannya, lalu diambil dosa-dosa orang yang dianiaya dan dizalimi tersebut untuk dipikulnya. Kemudian setelah selesai semuanya maka diperintahkan Allah kembalilah ketempatmu ke Neraka HAWIYAH kerana pada hari ini tidak ada penganiayaan. Sesungguhnya Allah amat segera perhitungannya dan pembalasannya. "





    Dalam sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Abi Barzatal Aslami bahwa Rasul Allah S.A.W bersabda:
     " Tidak berganjak kaki seorang hamba sehingga ditanya kepada-Nya tentang umurnya digunakan untuk apa sampai akhir hayatnya. Dan ilmunya apa ia pergunakan (apakah diamalkan atau tidak), dan hartanya dari mana ia dapat dan kemana ia belanjakan, dan badannya untuk apa ia pergunakan “ (Sunan Darimi)
    Keyakinan kepada hari kiamat akan memberi kesan yang sangat mendalam ke dalam jiwa setiap orang islam dalam usaha mencapai matlamat kehidupan yaitu mendapat kecemerlangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dengan meyakini bahawa pada hari kiamat kita tetap akan dihimpunkan di padang Mahsyar untuk dibicarakan dimahkamah Rabbul Jalil di atas segala tindak tanduk dan amalan yang kita lakukan semasa hidup di dunia dan akan menerima pembalasan yang setimpal dan adil saksama dari Allah.


    Oleh itu bersegeralah kita mempertingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah S.W.T dengan sentiasa mentaati semua perintah Allah serta meninggalkan segala larangannya yang merangkumi seluruh aspek kehidupan yang merangkumi dasar perjuangan, perancangan termasuk cara berfikir, cara bertindak dan cara mencapai sesuatu tujuan dan matlamat.

    Marilah kita warnakan seluruh aktiviti kehidupan kita dengan sistem hidup yang digariskan oleh Allah S.W.T dan sekaligus meninggalkan segala bentuk fahaman dan amalan akhliah yang bercanggah dengan syariat Allah.

    At-Takwiir -ledakan matahari

    matahari padam, gejala matahari, pusat tata surya, benda ruang angkasa



    Sehari-hari kita merasakan yang namanya panas matahari. Buat jemur pakaian, hasil panen (petani) dan fungsi-fungsi lain yang sebenarnya banyak sekali..
    Jika matahari mati, Bumi akan benar-benar merasakan pengaruhnya. Kematian matahari akan memusnahkan semua kehidupan di Bumi. Tapi jangan khawatir...!! Masa itu masih sangatlah sama dihitung dari tahun sekarang ini.

    Panel astronom di pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science mengungkap matahari akan kehabisan suplai hidrogennya (Hidrogen=bahan bakar matahari) lima sampai tujuh miliar tahun mendatang. Saat itu, gravitasi matahari akan runtuh hingga ke intinya di mana sisa hidrogen akan menyebabkan matahari berubah menjadi raksasa merah.

    Pada titik ini, matahari akan menelan bumi. Bumi akan berakhir karena matahari, menguap dan tercampur material matahari. Bumi akan dihamburkan dan abunya tersebar ke ruang antar bintang. Pada saat matahari berubah menjadi raksasa merah, matahari jadi cukup panas untuk membakar semua helium dan ukuran matahari akan berfluktuasi.


     

    matahari padam, gejala matahari, pusat tata surya, benda ruang angkasa matahari padam, gejala matahari, pusat tata surya, benda ruang angkasa


    Jika Sains punya teori, maka Al-Qur'an pun sejak berabad-abad silam telah lebih dulu menyampaikan kabar ini dalam Surat At-Takwir (surat ke 81):

    ''Apabilah matahari digulung (1), dan apabila bintang-bintang berjatuhan (2), dan apabila gunung-gunung dihancurkan (3), dan apabila lautan dijadikan meluap (6)...''


    Berdasarkan penggalan ayat diatas tersirat bahwa ada korelasi (hubungan) erat antara hancurnya matahari dengan akibat yang akan bumi rasakan... Subhanallah!!


    Ledakan matahari tak cukup besar seperti supernova melainkan runtuh seperti bintang white dwarf dingin. Seiring perubahan matahari menjadi raksasa merah, maka ukuran matahari akan membesar 10% tiap satu miliar tahun. Pada tingkat itu, ilmuwan memperkirakan semua air di Bumi akan menguap satu miliar tahun mendatang... Masih lama juga ya?

    At-Takwiir -Al-Quran Kalamullah

    image



    Sebenarnya al-Quran itu sungguh-sungguh kalamullah (yang disampaikan oleh Jibril) utusan yang mulia.
    (At-Takwir: 19)


    Huraian:
    Kitab al-Quran ialah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. dengan perantaraan Malaikat Jibril dalam tempoh 23 tahun.
    Ia dikira sebagai satu ibadat apabila membacanya. Al-Quran merupakan perlembagaan hidup umat Islam yang terkandung di dalamnya semua panduan aspek kehidupan, sama ada berbentuk syariat, akidah, sosial dan akhlak.

    Sistem kehidupan yang dinyatakan oleh Allah s.w.t. di dalam al-Quran adalah lengkap kerana Dialah Maha Mengetahui segala keperluan makhluk-Nya.

    Oleh itu, setelah wafatnya Nabi Muhammad, tiada lagi syariat baru diturunkan kerana Allah s.w.t. telah berfirman dalam surah al-Maidah ayat 3 yang bermaksud:

    Pada hari ini. Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan Aku telah redhakan Islam itu menjadi agama untuk kamu.

    Namun begitu, ketika Rasulullah s.a.w. masih hidup hinggalah hari ini, masih ada orang yang meragui kesahihan al-Quran.
    Allah s.w.t. telah mencabar orang-orang kafir Quraisy untuk mendatangkan satu surah setaraf dengan gaya bahasa al-Quran jika mereka mampu menandingi kehebatan al-Quran tetapi mereka gagal berbuat demikian. Firman Allah s.w.t. dalam surah al-Baqarah ayat 23 yang bermaksud:

    Dan kalau kamu ada menaruh syak tentang apa yang Kami turunkan (al-Quran) kepada hamba Kami (Muhammad), maka cubalah buat dan datangkanlah satu surah yang sebanding dengan al-Quran itu, dan panggillah orang-orang yang kamu percaya boleh menolong kamu selain Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar.

    Manusia dengan sifat kekurangan dan kelemahannya, sepatutnya akur dengan kebesaran dan keagungan Allah s.w.t. Al-Quran adalah kalamullah, bukan bait-bait syair, gurindam atau pantun seloka. Ia adalah mukjizat yang paling agung kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk disampaikan kepada umat Islam.


    Kesimpulan:
    Orang yang beriman mesti meyakini bahawa al-Quran adalah kalam Allah yang datangnya daripada Allah s.w.t. Meragui isi kandungan al-Quran boleh tergelincir dari landasan akidah Islam.

    At-Takwiir -jawapan untuk paderi

    Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan dia mampu mendalaminya. Selain belajar, dia juga seorang jurudakwah Islam. Ketika berada di Amerika, dia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah s.w.t. memberinya hidayah masuk Islam.

    Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar dia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula dia keberatan, namun kerana desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.




    Ketika paderi masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu, si paderi agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, ‘Di tengah kita ada seorang Muslim. Aku harap dia keluar dari sini.’ Pemuda Arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Paderi tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun dia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya paderi itu berkata, ‘Aku minta dia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ‘ Barulah pemuda ini beranjak keluar.



    Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang paderi, ‘Bagaimana anda tahu bahawa saya seorang Muslim?’Paderi itu menjawab, ‘Dari tanda yang terdapat di wajahmu.’


    Kemudian dia beranjak hendak keluar. Namun, paderi ingin memanfaatkan kehadiran pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan agamanya. Pemuda Muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

    Paderi berkata, ‘Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat. ‘ Si pemuda tersenyum dan berkata, ‘Silakan!’

    Sang paderi pun mulai bertanya, ‘Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada empat belasnya.’

    ‘Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!’

    ‘Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diazab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diazab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?’

    ‘Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?’

    Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah.


    Setelah membaca ‘Bismillah.. .’ dia berkata,

    -Satu yang tiada duanya ialah Allah s.w.t..

    -Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).’ (Al-Isra’: 12).

    -Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

    -Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.


    - Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.



    . -Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah s.w.t. menciptakan makhluk.

    -Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah s.w.t. berfirman, ‘Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.’ (Al-Mulk: 3).

    -Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.’ (Al-Haqah: 17).

    -Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

    -Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah s.w.t. berfirman, ‘Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.’ (Al-An’am: 160).

    -Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

    -Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, ‘Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.’ (Al-Baqarah: 60).

    -Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

    -Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah s.w.t. berfirman, ‘Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. ‘ (At-Takwir: 18).


    -Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

    -Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.’ Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ‘Tak ada cercaan terhadap kamu semua.’ Dan ayah mereka Ya’qub berkata, ‘Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ (Yusuf:98)

    -Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keldai. Allah s.w.t. berfirman, ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keldai.’ (Luqman: 19).


    -Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

    -Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diazab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.. Allah s.w.t. berfirman, ‘Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim..’ (Al-Anbiya’: 69).

    -Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diazab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashabul Kahfi (penghuni gua).

    -Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya Wanita, sebagaimana firman Allah s.w.t. ‘Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.’ (Yusuf: 28).

    -Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

    Paderi dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda Muslim tersebut. Kemudian dia pun mula hendak pergi. Namun dia mengurungkan niatnya dan meminta kepada paderi agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh paderi.

    Pemuda ini berkata, ‘Apakah kunci surga itu?’





    Mendengar pertanyaan itu lidah paderi menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Dia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun dia cuba mengelak.

    Mereka berkata, ‘Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya dia jawab, sementara dia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! ‘

    Paderi tersebut berkata, ‘Sesungguh aku tahu jawapannya, namun aku takut kalian marah.’

    Mereka menjawab, ‘Kami akan jamin keselamatan anda. ‘

    Paderi pun berkata, ‘Jawapannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah , Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah. ‘




    Lantas paderi dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda Muslim yang bertakwa ..**

    At-Takwiir -lubang hitam

    Baru-baru ini para menemukan adanya bintang-bintang mereka yang disebut dengan lubang hitam, yang memiliki ciri khas pada tiga sifat:
    1 - tidak terlihat (tampak).
    2 – bergerak pada kecepatan tinggi.
    3 - menarik segala sesuatu yang dekat kepadanya selalu menyapu halaman langit.


    Bahkan para ilmuwanpun menyebutnya dengan pembersih alam semesta, dan yang menakjubkannya lagi bahwa hal tersebut telah disebutkan dalam Al Qur'an, yaitu firman Allah:

    َفلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ * الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
    “Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam”.
    (At-Takwir:: 15-16].


    Kata "al-khunnas" berarti tidak nampak.
    Dan "al-jiwar" adalah yang bergerak, sedangkan "al-kunnas" yang menyapu dan menarik segala sesuatu oleh adanya gravitasi yang sangat kuat untuk itu.
    Bukankah ayat ini mewakili keilmiahan Al-Qur'an?